Pemkab Kutai Barat Kaji Pembangunan Jembatan Timbang

  • 10 Sep 2026 07:11 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perhubungan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pembangunan jembatan timbang, di Ruang Koordinasi Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Selasa 8 September 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengkaji penguatan pengawasan angkutan sekaligus perlindungan infrastruktur jalan di wilayah Kutai Barat.

Studi kelayakan tersebut diarahkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan dan kemungkinan pembangunan jembatan timbang. Kajian mencakup aspek kewenangan, lokasi, operasional, pengelolaan, pemeliharaan, hingga manfaat pembangunan bagi daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam (Asisten II) Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Suwito, menekankan agar kajian dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Menurutnya, aspek kewenangan, pengoperasian, pengelolaan, pemeliharaan, serta kebutuhan anggaran perlu diperhitungkan secara matang sebelum pemerintah daerah menentukan langkah selanjutnya.

Ia juga meminta konsultan mengkaji secara jelas tujuan dan manfaat pembangunan jembatan timbang, khususnya dalam mendukung pengendalian angkutan dan mengurangi potensi kerusakan jalan.

Potensi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga perlu dikaji dengan tetap memperhatikan kewenangan pemerintah daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Mohon konsultan memberikan gambaran yang jelas apakah jembatan timbang ini layak dibangun. Jika layak, di mana lokasi yang paling ideal," kata Suwito.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Barat, Rita Nursandy, mengatakan rencana pembangunan jembatan timbang dilatarbelakangi kebutuhan untuk mengoptimalkan pengawasan kendaraan yang melintas di wilayah Kutai Barat.

Menurutnya, pengawasan tersebut penting karena terdapat sejumlah ruas jalan dengan status jalan nasional maupun jalan kabupaten yang memiliki kapasitas dan karakteristik berbeda.

Pembangunan jembatan timbang diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pengawasan angkutan, menjaga kondisi jalan, serta mendorong pengelolaan infrastruktur transportasi yang lebih efektif di Kabupaten Kutai Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....