APDESI Kubar Dorong PPM Bayan Group Naik Rp10.000 Per Ton Batubara

  • 01 Sep 2026 18:01 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendorong peningkatan nilai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Bayan Group hingga minimal Rp10.000 per metrik ton batubara.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua DPC APDESI Kubar, Edy Sopian Hadi, disela-sela mengikuti kegiatan Rencana Induk Program Pemberdayaan Masyarakat (RI PPM) PT Bayan Resources Tbk, di Kota Samarinda, Selasa 1 September 2026.

Peningkatan nilai PPM dinilai penting untuk memperbesar ruang pembiayaan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Edy mengatakan masyarakat membutuhkan dukungan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

“Dana PPM tersebut dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, air bersih, infrastruktur kampung, penguatan BUMDes/BUMKam, UMKM, pelatihan tenaga kerja lokal, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Edy.

Ia menilai keberadaan program pemberdayaan yang terencana dapat membantu masyarakat memanfaatkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat pelayanan dasar di tingkat kampung.

Karena itu, besaran dukungan PPM perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan kondisi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami tidak sedang menghambat investasi. APDESI mendukung investasi yang sehat dan berkelanjutan. Namun, investasi juga harus menghadirkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, dan meninggalkan warisan pembangunan yang nyata setelah kegiatan pertambangan berakhir,” ucapnya.

Edy berharap, peningkatan nilai PPM tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RI PPM, sehingga program yang dirancang Bayan Group ke depan mampu memberikan manfaat pembangunan yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....