Perumdam Siapkan Langkah Antisipasi Distribusi Air Bersih Selama Kemarau
- 12 Agt 2026 17:10 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat (Kubar), telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga distribusi air bersih kepada pelanggan selama kondisi kemarau.
Langkah tersebut disiapkan menyusul terus menurunnya permukaan Sungai Mahakam, yang menjadi sumber air baku Perumdam Tirta Sendawar.
Staf Ahli Bidang Teknis Perumdam Tirta Sendawar, Sutarman, mengatakan penyusutan permukaan Sungai Mahakam berpotensi memengaruhi debit air yang dapat diambil melalui sistem pompa.
Karena itu, pihaknya terlebih dahulu akan menguji kemampuan rumah pompa apung yang sedang dipindahkan ke lokasi yang lebih memungkinkan untuk mengambil air baku.
Dalam kondisi normal, kata Sutarman, kapasitas pengambilan air baku Perumdam berada di kisaran 200 liter per detik. Namun, perubahan permukaan sungai akibat kemarau dapat membuat kemampuan pengambilan air mengalami penurunan.
“Normalnya itu 200 liter per detik,” kata Sutarman, Rabu 12 Agustus 2026.
Menurut Sutarman, Perumdam Tirta Sendawar, masih berharap kapasitas tersebut dapat dipertahankan setelah rumah pompa apung selesai dipindahkan dan dilakukan pengujian.
Apabila hasil pengujian menunjukkan kemampuan pompa tetap mencapai kapasitas normal, distribusi kepada pelanggan dapat berjalan seperti biasa.
“Harapan kami pompa ini masih bisa 200 liter per detik. Kalau bisa 200 liter, berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Namun, apabila debit air baku mengalami penurunan, Perumdam telah menyiapkan opsi pengaturan distribusi secara bergiliran. Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi agar pelayanan air bersih tetap dapat diberikan kepada pelanggan meski kapasitas air baku berkurang.
Sutarman mengatakan pola distribusi bergiliran belum ditetapkan karena masih harus melalui simulasi. Perumdam Tirta Sendawar, akan melihat kondisi teknis dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah sebelum menentukan pola distribusi yang paling memungkinkan.
“Polanya nanti antara Barong Tongkok, Malak, Sekolaq Darat, kita coba simulasi dulu,” ucapnya.
Ia menegaskan, pengaturan distribusi secara bergiliran hanya akan diterapkan apabila kondisi debit air memang mengalami penurunan. Namun terlebih dahulu akan memastikan hasil pengujian rumah pompa sebelum menentukan langkah pelayanan kepada pelanggan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Perumdam Tirta Sendawar, berupaya menjaga distribusi air bersih tetap berjalan selama kemarau. Optimalisasi rumah pompa apung dan simulasi pola distribusi menjadi bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan kondisi Sungai Mahakam yang terus menyusut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....