Kelurahan Bandara Kota Samarinda Perkuat Data Stunting melalui Desa Cantik
- 06 Agt 2026 09:19 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Samarinda - Kelurahan Bandara Kota Samarinda memilih kondisi stunting sebagai fokus pengumpulan data melalui program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik. Langkah tersebut dilakukan karena data stunting di wilayah itu dinilai masih minim, meskipun jumlah kasus yang tercatat cukup banyak.
Lurah Bandara Kota Samarinda, Siti Fitriyah mengatakan persoalan utama yang ditemukan bukan hanya terkait stunting, tetapi juga ketidaksesuaian data domisili penduduk. Kondisi tersebut membuat pendataan masyarakat, termasuk anak yang mengalami stunting, belum sepenuhnya akurat.
“Stunting di wilayah kami miskin data, tetapi banyak angka. Salah satu persoalannya adalah data domisili penduduk. Dengan adanya Desa Cantik, kami dapat meminimalkan persoalan data stunting di Kelurahan Bandara,” kata Siti, Kamis, 6 Agustus 2026.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tujuh unit posyandu di Kelurahan Bandara dengan jumlah bayi mencapai 186 orang. Namun, dari jumlah tersebut baru 152 bayi yang memiliki data lengkap dan dapat digunakan sebagai dasar pemantauan.
Siti menjelaskan, perbedaan data terjadi karena proses pengumpulan informasi masih dilakukan secara terpisah oleh berbagai pihak, seperti puskesmas, fasilitas kesehatan lainnya, dan Dinas Sosial. Kondisi tersebut menyebabkan data yang dimiliki masing-masing instansi belum sepenuhnya terintegrasi.
Melalui Desa Cantik, pendataan dilakukan secara lebih terarah dengan melibatkan agen program yang berasal dari pegawai kelurahan. Petugas turun langsung ke lapangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi masyarakat sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Data yang dihimpun tidak hanya berkaitan dengan jumlah anak dan kondisi stunting, tetapi juga mencakup sanitasi lingkungan, pola makan ibu hamil, hingga keberadaan perokok aktif dalam keluarga. Berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui faktor yang berpotensi memengaruhi kondisi tumbuh kembang anak.
“Dengan pendataan langsung ke lapangan, data stunting menjadi lebih terkontrol. Kami juga dapat melihat kondisi sanitasi, pola makan ibu hamil dan keberadaan perokok aktif dalam keluarga sebagai bagian dari upaya mencegah stunting,” ujar Siti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....