Program Aplikasi Desa Cantik Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan Daerah

  • 06 Agt 2026 09:20 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda - Aplikasi digital program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik di Kota Samarinda telah diterapkan sebagai wadah untuk menghimpun aspirasi dan kondisi masyarakat. Data yang terkumpul menjadi bahan evaluasi sekaligus mendukung kepentingan perencanaan pembangunan pemerintah daerah.

Pelaksanaan program tersebut juga mendorong pemerintah di tingkat kelurahan untuk memanfaatkan teknologi dalam mengumpulkan data secara lebih cepat dan terukur. Informasi yang diperoleh dari masyarakat selanjutnya diolah menjadi data statistik yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Plt. Lurah Masjid Kota Samarinda, Rudi Hartono mengatakan wilayahnya menjadi salah satu percontohan dalam penguatan data statistik, termasuk untuk mengetahui tingkat kunjungan dan penilaian masyarakat terhadap sejumlah destinasi wisata.

“Di wilayah kami terdapat tiga destinasi yang menjadi objek penilaian, yakni Kampung Ketupat, Masjid Shirathal Mustaqim sebagai masjid tertua, dan Makam Daeng Mangkona. Data ini digunakan untuk mengetahui antusiasme wisatawan, termasuk yang datang dari mancanegara,” kata Rudi, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner digital melalui barcode yang terhubung dengan Google Form. Pengunjung dapat memberikan penilaian secara langsung terhadap destinasi yang dikunjungi sehingga data yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi di lapangan.

Rudi menjelaskan, hasil pengumpulan data menunjukkan keterlibatan masyarakat mencapai rata-rata 80 persen dengan tingkat kunjungan hingga tiga kali per orang. Penilaian yang dihimpun mencakup sejumlah aspek, mulai dari kebersihan, kenyamanan destinasi hingga ketersediaan fasilitas parkir.

Data dari penilaian masyarakat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam program Desa Cantik untuk diolah dan menjadi bagian dari basis data kelurahan. Pemanfaatan data secara digital diharapkan dapat membantu pemerintah melihat kondisi destinasi secara lebih objektif.

“Penilaian masyarakat menjadi data penting karena dapat menunjukkan langsung kondisi destinasi dari sisi kebersihan, kenyamanan dan fasilitas yang tersedia. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk evaluasi dan mendukung perencanaan pembangunan,” ujar Rudi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....