Pelatihan Sertifikasi K3 Dinas PUPR Kubar tanpa Dipungut Biaya

  • 31 Jul 2026 09:43 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berupaya menggelar pelatihan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara gratis setiap tahun.

Langkah tersebut dilakukan untuk menambah jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat K3, yang hingga kini masih dinilai belum mencukupi kebutuhan proyek konstruksi di Kubar.

Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR Kubar, Hironimus Stephen, mengatakan, pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah tidak dipungut biaya. Seluruh pembiayaan, termasuk menghadirkan lembaga penyelenggara dan narasumber, ditanggung oleh pemerintah.

"Kalau pemerintah yang lakukan, khususnya di Bidang Bina Konstruksi, kita tidak sama sekali memungut bayaran. Yang kita bayar itu malah narasumbernya melalui lembaga yang memang sudah diakui oleh pemerintah," kata Stephen, Kamis 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut menyasar masyarakat umum, khususnya pemuda dan pemudi Kubar, dengan pendidikan minimal SMA atau D1. Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat K3 jenjang dasar, sebagai bekal bekerja di sektor jasa konstruksi.

Menurut Stephen, jumlah tenaga kerja bersertifikat K3 di Kubar, masih belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Di sisi lain, proyek konstruksi terus bertambah, sementara sebagian tenaga bersertifikat memilih bekerja di perusahaan swasta yang beroperasi di daerah.

"Jumlah K3 ini memang masih kurang. Sementara kita banyak kegiatan, makanya kita berupaya menambah. Kemungkinan besar mereka yang sudah bersertifikat juga bekerja di perusahaan yang ada di Kutai Barat," ujarnya.

Meski pemerintah menyediakan pelatihan gratis, masyarakat juga dapat mengikuti sertifikasi secara mandiri apabila tidak masuk dalam kuota pelatihan yang difasilitasi pemerintah. Hanya saja, seluruh biaya pelatihan dan sertifikasi menjadi tanggungan peserta.

"Kalau mandiri, bisa saja. Tapi mereka sendiri yang melakukan dan itu berbayar. Untuk jenjang dasar sekitar lima sampai enam juta rupiah," ucap Stephen.

Melalui program tersebut, Stephen berharap, semakin banyak masyarakat memiliki kompetensi di bidang K3 sehingga kebutuhan tenaga kerja bersertifikat dapat terpenuhi.

Selain mendukung proyek pemerintah, sertifikasi tersebut juga membuka peluang kerja di perusahaan pertambangan, perkebunan, maupun sektor konstruksi lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....