Dishub Kubar Perkuat Pita Kejut untuk Tekan Angka Kecelakaan
- 10 Jun 2026 17:52 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat infrastruktur keselamatan jalan melalui pemasangan dan pembaruan Pita Kejut di sejumlah kawasan yang dinilai rawan kecelakaan serta memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kubar, Rita Nursandy, mengatakan, tahun 2026 pihaknya tercatat melakukan pemasangan zebra cross, pita kejut, garis henti kendaraan (stop line) serta penebalan marka jalan dengan total volume pekerjaan mencapai 468,3 meter persegi pada 11 lokasi di wilayah Barong Tongkok, Melak dan Linggang Bigung.
Sebagian besar pekerjaan difokuskan pada kawasan pendidikan dan fasilitas publik. Lokasi tersebut meliputi SDN 003 Mencimai, SMPN 1 Barong Tongkok, SDN 001 Barong Tongkok.
Kemudian, Rumah Sakit BP, Masjid Baiturrahman Barong Tongkok, Polres Kutai Barat, Karang Rejo, Bank BRI Melak, SDN 004 Melak, SMPN 1 Linggang Bigung dan TK Negeri 01 Linggang Bigung.
“Yang pertama kan memang tugas pokok dan fungsi kami juga untuk memperkuat infrastruktur dasar keselamatan di jalan itu, rambu-rambu termasuk marka itu memang tugas pokok dan fungsi kami. Kedua kan tujuannya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas,” kata Rita, Rabu 10 Juni 2026.
Pita Kejut jadi Pekerjaan Mendominasi
Lanjutnya, pemasangan pita kejut menjadi salah satu pekerjaan yang mendominasi kegiatan tahun ini. Volume terbesar tercatat di kawasan SDN 004 Melak yang mencapai 106,8 meter persegi, disusul Karang Rejo sebesar 91,2 meter persegi dan SDN 003 Mencimai sebesar 68,4 meter persegi.
Rita Menjelaskan, pita kejut tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap fasilitas jalan, tetapi juga menjadi sarana peringatan bagi pengendara agar lebih waspada saat melintasi kawasan tertentu.
“Kalau kita buat pita kejut, paling tidak orang-orang yang naik motor atau mobil itu dalam posisi mengantuk kan kaget juga tuh Pak,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemasangan pita kejut dilakukan sesuai ketentuan teknis dan ditempatkan pada lokasi yang membutuhkan peningkatan kewaspadaan pengendara.
“Paling tidak mengingatkan para pengguna jalan lah, karena dampaknya itu tidak mereka saja, pengguna jalan lain juga bisa terkena dampak kalau mereka lalai,” katanya.
Rita menambahkan sebagian besar pekerjaan tahun ini difokuskan pada kawasan sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah dan lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi guna meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....