POGI Kaltim Dilantik di IKN, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

  • 19 Apr 2026 22:13 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara - Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur periode 2025–2028 resmi dilantik di Ibu Kota Nusantara, Sabtu 18 April 2026.

Pelantikan di Ruang Multifunction Hall Kemenko 4 IKN ini menjadi momentum penguatan kolaborasi untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak di Kalimantan Timur, khususnya kawasan IKN.

Otorita IKN menyambut pelantikan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan kepengurusan baru POGI Kaltim diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak berstandar global di Nusantara.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan reproduksi di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Menurutnya, peran tenaga medis sangat krusial untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan dengan kualitas setara.

“Pintu kerja sama antara Otorita IKN dengan organisasi profesi seperti POGI terbuka lebar. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ketua POGI Kaltim periode 2025–2028, Noviana Indarti, mengapresiasi dukungan Otorita IKN dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kepengurusan baru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dukungan semua pihak sangat kami harapkan agar POGI Kaltim tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP POGI, Budi Wiweko, menegaskan pentingnya kolaborasi tanpa sekat dalam mendukung pembangunan sistem kesehatan di IKN.

Menurutnya, konsep pembangunan IKN yang terintegrasi membuka peluang kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, sehingga dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi profesi dalam mendukung pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara dan Kalimantan Timur secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....