Departemen Keamanan PBB Kunjungi IKN, Buka Peluang Kolaborasi Global

  • 18 Apr 2026 16:29 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan perwakilan United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) awal pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman terhadap perkembangan pembangunan IKN sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan komunitas internasional.

UNDSS adalah departemen Sekretariat PBB yang bertugas menyediakan layanan keamanan, keselamatan, dan perlindungan bagi personel, tanggungan, serta aset PBB di seluruh dunia. UNDSS memastikan operasional misi PBB berjalan aman di lebih dari 125 negara, termasuk IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut langsung rombongan yang dipimpin Security Adviser and Representative of UNDSS untuk Indonesia dan Timor-Leste, Allan Mendoza.

Allan menyampaikan ketertarikan pihaknya terhadap perkembangan IKN serta menindaklanjuti hasil survei komunitas diplomatik yang dilakukan sebelumnya.

“Kami tertarik dengan berbagai perkembangan di Ibu Kota Nusantara. Kunjungan ini juga untuk menindaklanjuti survei komunitas diplomatik tahun lalu. Kami melihat Otorita IKN sangat terbuka, dan berharap perwakilan lain dapat berkunjung ke sini,” ujarnya dalam keterangan resmi OIKN, Sabtu 18 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan progres pembangunan yang kini memasuki fase penguatan kawasan inti pemerintahan. Pemerintah juga menyiapkan tahapan lanjutan sesuai rencana pembangunan jangka panjang.

Basuki menjelaskan, pembangunan IKN dirancang dalam lima tahap hingga tahun 2045. Saat ini, fokus diarahkan pada penyelesaian kawasan inti pusat pemerintahan, sebelum berlanjut ke pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif.

“Kami telah bersiap menyelesaikan pembangunan di sektor inti pemerintahan. Selanjutnya, kami akan fokus pada pengembangan kawasan yudikatif dan legislatif yang mulai dipersiapkan dari sekarang,” katanya.

Kunjungan ini menjadi momentum awal untuk memperkuat komunikasi antara Otorita IKN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekaligus menegaskan posisi Nusantara sebagai kawasan yang terbuka terhadap kolaborasi global di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....