Pemkab Kubar Resmi Hibahkan Tanah ke Perum Bulog untuk Bangun Gudang Pangan
- 04 Apr 2026 12:09 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi menghibahkan lahan kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang pangan melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Auditorium ATJ Kantor Pemkab Kubar, Sabtu 4 April 2026.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menandatangani langsung NPHD tersebut bersama Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, yang disaksikan Wakil Bupati Nanang Adriani.
Hibah ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur pascapanen di daerah.
Bupati Frederick Edwin mengatakan, hibah lahan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan masyarakat. Ia menilai keberadaan gudang Bulog akan meningkatkan efektivitas distribusi serta menjaga kualitas bahan pangan.
“Dengan adanya fasilitas logistik ini, distribusi pangan akan lebih efektif, kualitas komoditas tetap terjaga, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Kubar dan Perum Bulog, serta berharap pembangunan gudang segera terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kubar, Daniel Lesman, menjelaskan hibah tersebut merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Lahan yang dihibahkan merupakan aset milik Pemkab Kubar seluas sekitar 13.000 meter persegi di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.
“Tanah ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan gudang sebagai sarana penyimpanan dan distribusi bahan pangan bagi masyarakat,” kata Daniel.
Ia menyebut nilai hibah tanah tersebut mencapai Rp747 juta dan seluruh proses administrasi telah diselesaikan hingga penandatanganan berita acara serah terima. Setelah penandatanganan NPHD, Bulog dapat langsung mengurus sertifikasi tanah ke Kantor Pertanahan setempat agar status kepemilikan segera atas nama Bulog.
Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan apresiasi atas hibah lahan yang diberikan Pemkab Kubar. Ia memastikan Bulog akan membangun gudang beras dengan kapasitas sekitar 1.000 ton di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut, yang juga berpotensi digunakan untuk penyimpanan komoditas lain seperti minyak goreng.
Sudarsono mengatakan, pembangunan gudang di Kutai Barat menjadi bagian dari program nasional pembangunan infrastruktur pascapanen di berbagai daerah, sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan dan stabilisasi harga.
Menurutnya, wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu masih menjadi perhatian pemerintah pusat karena harga bahan pokok yang relatif tinggi meski stabil. Kehadiran gudang Bulog diharapkan dapat menekan biaya distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan.
“Daerah terluar, terdepan, dan terjauh seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu menjadi prioritas karena selama ini belum memiliki gudang pangan yang memadai,” katanya.

Selain membangun gudang baru, Bulog juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada sebagai gudang sementara guna mempercepat distribusi pangan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sudarsono juga menyebut Kutai Barat masuk dalam gelombang pertama pembangunan gudang pada 2026, bersama sejumlah daerah lain di Indonesia.
Selain penandatanganan hibah, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Sebanyak 17.599 penerima manfaat di 16 kecamatan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya memperkuat cadangan pangan daerah, tetapi juga membantu menjaga keterjangkauan harga dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....