Pemkab Kubar Percepat Pembangunan Jalan Strategis Daerah
- 31 Mar 2026 20:45 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mempercepat rencana pembangunan jalan strategis daerah yang menghubungkan sejumlah wilayah, termasuk dengan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Langkah ini ditempuh untuk membuka akses baru sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur.
Pemkab Kubar memprioritaskan pembenahan jalur utama dan pembangunan akses penghubung, termasuk ruas Melak–Muara Beloan hingga jaringan Trans Kalimantan Timur. Pembahasan percepatan proyek tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi di Ruang Diklat Sekretariat Daerah Kubar, Senin 30 Maret 2026.
Plt. Asisten Administrasi Umum Setkab Kubar, Mobilala, mengatakan pemerintah terus memfasilitasi komunikasi lintas sektor karena sebagian trase jalan melintasi wilayah izin usaha pertambangan (IUP), seperti milik PT TSA/FKP.
“Kami terus menjembatani komunikasi dengan perusahaan agar tercapai kesepakatan konstruktif, sehingga pembangunan jalan dari Jembatan ATJ hingga perbatasan Kukar dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan, rencana pembangunan tersebut telah mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang selanjutnya akan diperkuat melalui Nota Kesepahaman (MoU).
Sementara itu, perwakilan Bappelitbangda Kubar, Merisa Dilang, mengungkapkan masih terdapat kendala teknis berupa “titik putus” pada jalur Muara Bunyut menuju simpang TSA. Pemerintah kini memetakan kembali jalur yang dapat diakses masyarakat.
“Forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan titik mana saja yang bisa dilalui dan segera ditindaklanjuti,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kubar, Pilip, menambahkan kawasan perkebunan di Kampung Abit hingga perbatasan Kukar menjadi fokus utama pembangunan.
Selain itu, sejumlah ruas seperti Kampung Mendung–Jerang Melayu akan dikerjakan melalui skema proyek tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun.
Di sisi lain, pihak swasta mengingatkan pentingnya aspek keselamatan jika jalan operasional perusahaan dibuka untuk umum. Perwakilan Bayan Group, Heri, menyebut lalu lintas kendaraan operasional cukup padat dan berpotensi menimbulkan risiko di titik persimpangan.
“Perlu kajian matang terkait keselamatan, terutama di titik crossing,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Kubar menyiapkan solusi teknis untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Salah satunya dengan pembangunan flyover atau jembatan layang guna memisahkan jalur kendaraan umum dan logistik perusahaan.
Dengan langkah percepatan ini, Pemkab Kubar menargetkan konektivitas antarwilayah semakin terbuka, mobilitas masyarakat meningkat, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terdorong tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....