BBPJN Kaltim Mulai Tangani Medan Ekstrem Gunung Pancuran dan Odang Bentian Besar
- 02 Mar 2026 18:09 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mulai melakukan penanganan intensif pada titik-titik ekstrem di jalur trans-provinsi, khususnya di kawasan Gunung Odang dan Gunung Pancuran, Kabupaten Kutai Barat. Langkah ini merupakan bagian dari Proyek Preservasi Jalan Sp. Blusuh–Batas Kalteng untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BBPJN Kaltim, Joko Sidik, menjelaskan pengerjaan di awal Maret 2026 ini difokuskan pada perbaikan alinyemen dan penguatan struktur badan jalan di lokasi yang memiliki tingkat kesulitan medan yang tinggi.
“Untuk saat ini, tim lapangan mulai melakukan pekerjaan teknis di beberapa titik stasiun (STA), khususnya Gunung Odang (STA 11+460–11+475) sedang dilakukan galian biasa tebing untuk memperbaiki alinyemen jalan. Kemudian di Gunung Pancuran (STA 13+300–13+400), Petugas melakukan perbaikan subgrade (tanah dasar) serta perapihan bahu jalan guna menyiapkan fondasi jalan yang lebih kokoh,” ujar Joko kepada RRI Sendawar, Senin 2 Maret 2026.
Selain itu tim di lapangan tengah melaksanakan sejumlah pekerjaan Penyiapan Badan Jalan (STA 11+150–12+000) dengan fokus pada perapihan bahu jalan dan penyiapan badan jalan agar siap untuk tahapan konstruksi selanjutnya.
BBPJN Kaltim juga memastikan aspek kebersihan dan jarak pandang pengendara terjaga melalui pemeliharaan rutin. Hal ini mencakup pekerjaan pengendalian tanaman di STA 15+000–16+000 serta pembersihan (clearing) bahu jalan di STA 6+130–6+225.
“Sampai saat ini progres presrvasi jalan mencapai 10,12 persen. Kami baru akan konstruksi fisik yang besar setelah lebaran,” katanya.
Joko Sidik menyatakan optimismenya bahwa perbaikan jalur sepanjang 89,5 Km ini akan menekan biaya logistik antarprovinsi serta memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan kondisi jalan yang mantap, distribusi barang dari Kalimantan Tengah menuju Kutai Barat (Kaltim) maupun sebaliknya akan menjadi jauh lebih lancar.
"Kami berharap masyarakat bersabar karena preservasi jalan ini kita lakukan secara bertahap, sesuai target sampai tahun 2027,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....