Alsintan Tak Sesuai Karakter Lahan, Petani Kubar Butuh Traktor Rotari
- 22 Feb 2026 02:10 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Ketersediaan pupuk di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dilaporkan dalam kondisi lancar. Namun, persoalan justru muncul pada ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dinilai belum sesuai dengan karakteristik lahan sawah setempat.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kubar, Bambang, mengungkapkan mayoritas petani masih menggunakan hand tractor single untuk mengolah lahan. Padahal, kondisi tanah di sejumlah wilayah persawahan Kubar tergolong dalam dan berat, sehingga menyulitkan proses pembajakan.
“Idealnya traktor rotari dengan ban dobel supaya lebih efektif,” ujar Bambang dalam pertemuan dengan Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Anny Mulyani, saat melakukan tinjauan lapangan di area persawahan Rapak Oros, kecamatan Linggang Bigung, Kubar, Sabtu 21 Februari 2026.
Menurut Bambang, penggunaan alat yang kurang sesuai berdampak pada lambatnya proses olah tanah dan berpotensi memengaruhi jadwal tanam. Jika pengolahan lahan tidak maksimal, maka target peningkatan indeks pertanaman, termasuk upaya tanam dua kali setahun, akan sulit tercapai.
"Di sini kebanyakan hand tractor single. Sementara karakteristik lahan di Kubar itu dalam dan cukup berat, jadi agak sulit digunakan. Idealnya menggunakan traktor rotari dengan ban dobel supaya lebih efektif," katanya.
Ia menilai dukungan alsintan yang tepat akan sangat membantu petani dalam mempercepat pengolahan lahan, terutama pada musim tanam yang waktunya terbatas. Dengan alat yang lebih kuat dan stabil di lahan berlumpur, produktivitas petani diyakini bisa meningkat.
Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Anny Mulyani mengatakan akan mempertimbangkan kebutuhan alsintan sesuai kondisi riil di lapangan dalam program bantuan ke depan. Penyesuaian jenis bantuan dinilai penting agar dukungan pemerintah benar-benar efektif dan tepat sasaran.
“Pasti akan jadi perhatian kita,” ucapnya.
Optimalisasi sarana produksi, termasuk alsintan yang sesuai dengan karakter lahan, menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi padi di Kutai Barat. Dengan dukungan peralatan yang memadai, petani diharapkan mampu mengolah lahan lebih efisien dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.