Polda Kaltim Perketat Pengawasan Pangan di Kutai Barat
- 21 Feb 2026 18:38 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Timur mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas dan integritas perdagangan bahan pokok di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Fokus pengawasan kini tidak hanya tertuju pada ketersediaan stok, tetapi juga pada akurasi timbangan serta kesesuaian harga guna mencegah praktik kecurangan yang merugikan konsumen.
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, mengatakan bahwa ketersediaan barang di pasar tidak akan optimal jika masyarakat tetap dirugikan oleh manipulasi harga maupun timbangan yang tidak akurat.
Ia menegaskan, Polda Kaltim berupaya memastikan warga Kutai Barat mendapatkan hak konsumen secara penuh melalui prinsip perdagangan yang transparan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin bahwa komoditas yang dibeli masyarakat telah melalui proses distribusi yang jujur.
"Kami dari Polda selaku tim Satgas akan terus mendukung program pemerintah dan mengawal kebijakan ini secara berkelanjutan. Pengawasan kami lakukan mulai dari tingkat produsen hingga ke konsumen akhir di pasar-pasar," ujar AKBP Haris saat melakukan tinjauan lapangan bersama tim satgas pangan nasional di Sendawar, Sabtu 21 Februari 2026.

Haris mengungkapkan, terdapat tiga standar utama yang wajib dipenuhi oleh para pedagang dan distributor, yakni Tepat Harga, Tepat Ukur, dan Tepat Kualitas.
Mengingat adanya potensi peningkatan permintaan kebutuhan pokok selama bulan puasa, Satgas Pangan Polri juga meningkatkan frekuensi pemantauan di lapangan. Langkah preventif ini diambil untuk mengantisipasi oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan mengurangi takaran timbangan atau mengedarkan bahan pangan dengan mutu yang tidak layak.
"Selain memastikan ketersediaan pangan, kami wajib memastikan mutu pangan yang diterima masyarakat dalam kondisi baik. Harga harus tepat, dan ukuran atau timbangan harus akurat agar warga tidak dirugikan," ujar AKBP Haris.
Meskipun pemerintah dan kepolisian telah menjamin pasokan pangan di Kutai Barat tetap aman terkendali, peran aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan mandiri sangat diperlukan. Warga diimbau untuk menjadi konsumen yang kritis dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kejanggalan pada timbangan maupun lonjakan harga yang tidak wajar di pasar.
Distribusi dan Kehadiran Gudang Bulog di Daerah
Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa mayoritas bahan pangan di Kutai Barat saat ini dipasok dari luar daerah, khususnya Samarinda. Hal ini menjadikan faktor distribusi sebagai kunci utama ketersediaan pangan yang merata.
Meskipun terdapat tantangan logistik seperti gangguan transportasi air dan darat yang memicu kenaikan harga minor pada komoditas beras dan gula, Maino memastikan stok secara umum tersedia di pasar.
Sebagai solusi strategis, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah mengusulkan pembangunan gudang Bulog kepada Pemerintah Pusat. "Kehadiran Bulog sangat penting agar pemerintah dapat hadir menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakat setempat. Untuk jangka pendek, akan disiapkan gudang filial agar stok bahan pangan bisa segera masuk ke wilayah Kutai Barat," ujar Maino.
Melalui pengawasan ketat dan terpadu ini, diharapkan stabilitas ekonomi di Kutai Barat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman tanpa kekhawatiran terkait aspek kejujuran dan kualitas pangan di pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....