PSSAB Kaltim Jadikan Pesta Bona Taon Wadah Perekat Persatuan
- 07 Feb 2026 19:50 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Suara tabuhan gondang bertalu-talu memecah suasana pagi di Gedung PKK, Ibu kota Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu 7 Februari 2026. Nuansa budaya Batak yang kental berpadu indah dalam acara meriah Pesta Bona Taon yang digelar Parsadaan Situmorang Sipitu Ama Dohot Boruna (PSSAB) beserta Bere dan Ibebere se-Kalimantan Timur.
Pesta Bona Taon ini bukan sekadar ajang kumpul, melainkan sebuah manifestasi kokohnya persaudaraan marga Batak di tanah perantauan, yang dibingkai dalam tema ibadahbersama serta acara adat asal Pulau Sumatra itu. Suasana penuh kebersamaan terasa kental, menandakan bahwa meski jauh dari tanah leluhur, akar kekeluargaan tetap tertanam kuat.
Rangkaian acara yang dipandu dengan apik, mulai dari prosesi pembukaan yang khidmat, ibadah mendalam yang menyentuh hati, hingga sesi sambutan yang sarat makna. Para tokoh masyarakat, termasuk Ketua Panitia, Badan Pengurus Harian Kutai Barat, DPD Kaltim dan Bupati Kutai Barat, silih berganti menyampaikan pesan-pesan persatuan, sinergi, dan rasa syukur.
Puncak acara diwarnai dengan seremoni "Manjalo Tua Ni Gondang" yang sakral, penyerahan cinderamata berupa ulos sebagai simbol ikatan, serta tarian tortor yang memukau, menampilkan kolaborasi kebudayaan Batak di bumi Sendawar. Penampilan apik dari generasi muda dan undangan lintas marga kian menambah semarak acara yang diikuti peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim tersebut.

Ketua BPH PSSAB Kubar, Sahala Situmorang, menyebut persiapan acara akbar ini adalah sebuah "mandat kilat". "Ini adalah mandat dan kepercayaan luar biasa," ujarnya, seraya menggarisbawahi pentingnya kerjasama dan kesolidan dalam mempersiapkan acara ini hingga berlansung sukses.
"Kami hanya punya waktu sekitar 6-8 bulan sejak diputuskan menjadi tuan rumah. Tapi di tengah keterbatasan, kami bersyukur keluarga besar Situmorang bisa hadir dan berkumpul di sini," katanya Sahala dengan nada bangga.
BACA JUGA:
Pemkab Kubar Batasi Muatan dan Jam Operasional Angkutan Barang
Panitia lokal dan DPD Kaltim mengusung tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga", mengingatkan setiap anggota PSSAB akan pentingnya peran Tuhan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Sementara sub tema: Marhite pesta Bona Taon PSSAB se-Kalimantan Timur on lam ringgas mahita, marsiamin aminan songon lappak ni gaol, marsitukol-tukolan songon suhat di robean.
“Sub-tema acara ini bukan sekadar kalimat hiasan, tapi sebuah ungkapan yang berarti hidup rukun saling mendukung seperti pelepah pisang dan saling menopang seperti tanaman talas di lereng. Menjadi pengingat agar marga Batak di perantauan tetap kompak,” ucapnya memperjelas makna subtema tersebut.
BACA JUGA:
Polisi Bekuk Pasutri Pengedar Sabu di Kutai Barat
Sekjen DPW PSSAB Kaltim, Jonggi Situmorang, menambahkan bahwa kehadiran PSSAB di Kalimantan Timur bertujuan untuk mengikatkan tali persaudaraan yang lebih erat, tidak hanya di antara sesama marga, tetapi juga dengan seluruh etnis dan paguyuban yang ada. Ia menegaskan bahwa paguyuban ini memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas, termasuk menjadikan PSSAB mitra yang konstruktif bagi pembangunan daerah.
"Tujuannya jelas, untuk mengikat tali persaudaraan tidak hanya sesama Situmorang, tapi juga dengan seluruh etnis yang ada di Kalimantan Timur. Kita harus jadi mitra pemerintah dan berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial," ucapnya.
Jonggi mengungkapkan, menjaga kebersamaan dan merawat nilai sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang PSSAB. Selama puluhan tahun, perkumpulan ini tidak hanya hadir sebagai wadah kekeluargaan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Saya percaya anggota PSSAB telah berkontribusi nyata dalam membangun kehidupan sosial yang baik. Hal itu terlihat dari keterlibatan dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan gotong royong di tingkat RT, serta partisipasi aktif dalam seni dan budaya. Mari kita tingkatkan terus kontribusi itu di hari-hari ke depan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kepala Adat Kubar Pertanyakan Izin Dermaga Khusus Muara Barong
Sementara Asisten III Setkab Kubar, Kamius Junaidi, menyampaikan pesan Bupati yang mengajak PSSAB untuk menjadi garda terdepan dalam memupuk semangat gotong-royong, persaudaraan, dan persatuan di tengah dinamika global.
"Paguyuban bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan pilar penguat keharmonisan," katanya.
PSSAB diharapkan tidak hanya fokus pada kegiatan internal, tetapi juga aktif bermitra dengan pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban, menjadi agen perubahan dalam pembangunan, serta menggerakkan ekonomi kreatif melalui UMKM.
Momentum Pesta Bona Taon ini juga diharapkan menjadi katalisator yang semakin menguatkan silaturahmi, "dari kita, oleh kita, dan untuk kita," menciptakan harmoni yang indah dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....