Yapan ke FENA: Berbuat Baik Belum Tentu Benar

  • 05 Mar 2025 22:49 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : FX Yapan yang telah memimpin kabupaten Kutai Barat selama dua periode (2016-2025), resmi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Frederick Edwin sebagai bupati Kubar periode 2025-2030, dalam acara serah terima jabatan, di Auditorium ATJ, Kantor Pemkab Kubar, Rabu (5/3/2025).

Dalam momen bersejarah ini, FX Yapan memberikan pesan mendalam kepada pemimpin baru, Frederick Edwin dan Nanang Adriani (FENA) yang akan melanjutkan jabatan bupati dan wakil bupati Kubar lima tahun ke depan.

Ia menekankan pentingnya mematuhi regulasi dalam setiap kebijakan yang diambil. Sebab menurut Yapan, sebagai pengambil kebijakan, seorang pemimpin tidak bisa hanya mengandalkan keinginan berbuat baik tetapi harus mengikuti aturan yang jelas.

"Pak Bupati dan Wakil Bupati, jangan hanya berbuat baik, tetapi berbuatlah sesuai aturan. Berbuat baik belum tentu benar, tetapi kalau sesuai aturan, pasti benar. Kadang kita ingin berbuat baik, tapi belum tentu itu bisa dilakukan," ujar Yapan.

Menurutnya, di era saat ini, kepala daerah memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan strategis karena aturan yang semakin ketat. Banyak kebijakan yang tampak baik di mata masyarakat, tetapi tidak bisa direalisasikan karena terbentur regulasi yang lebih tinggi.

BACA JUGA:

FENA Resmi Dilantik Sebagai Bupati - Wabup Kutai Barat

Tak hanya itu, Yapan juga mengingatkan Edwin dan Nanang agar berhati-hati dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menekankan bahwa tanggung jawab terbesar tetap berada di tangan pimpinan daerah.

"Semua pekerjaan memang dilakukan oleh anak buah, tetapi yang bertanggung jawab tetap Pak Bupati dan Wakil Bupati. Oleh karena itu, harus selalu cermat dalam mengambil keputusan," tambahnya.

Ia berharap, di bawah kepemimpinan FENA, Kutai Barat bisa berkembang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Menanggapi pesan tersebut, Frederick Edwin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemimpin sebelumnya. Baik FX.Yapan dan Edyano Arkan, maupun para pemimpin terdahulu, yang dia nilai berperan besar dalam meletakkan dasar pembangunan Kubar.

Mulai dari Rama Alexander Asia dan Ismail Thomas (1999-2006), Ismail Thomas dan Didik Effendi (2006-2016), hingga FX Yapan dan Edyanto Arkan (2016-2025).

"Melalui kepemimpinan mereka, Kutai Barat telah mengalami kemajuan yang luar signifikan. Kini, saya bersama Bapak Haji Nanang Adriani siap melanjutkan estafet kepemimpinan demi masa depan Kubar yang lebih baik," ujarnya optimis.

BACA JUGA:

Bupati Kubar Frederick Edwin Minta OPD Gerak Cepat

Edwin mengakui bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kubar harus bersiap menghadapi berbagai dinamika, mulai dari sosial budaya, pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, hingga isu lingkungan. Namun, ia menegaskan bahwa dengan kebersamaan, semua tantangan dapat dihadapi.

"Saya yakin kita pasti bisa! Mari kita satukan tekad dan langkah untuk melanjutkan pembangunan ini ke arah yang lebih baik," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Edwin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan lima tahun ke depan.

"Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....