Bupati Kutai Barat Soroti Antrean dalam Pemilu Serentak

  • 14 Feb 2024 21:41 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Bupati Kutai Barat FX.Yapan menilai antusias masyarakat sangat tinggi dalam pemilu serentak, Rabu (14/2/2024).

Sayangnya menurut Yapan, banyak warga yang akhirnya pulang atau tidak mau mencoblos karena terlalu lama menunggu di TPS. Atas kondisi itu Yapan meminta KPU melakukan evaluasi terhadap antrean panjang yang selalu terjadi tiap kali pemilu.

”Kenapa setiap pemilu kok banyak yang golput? Setelah kita melihat bukannya masyarakat itu tidak datang ke TPS tetapi karena mereka tak tahan antre, sehingga kadang mereka pulang ke rumah dan tidak kembali lagi,” kata bupati FX.Yapan usai mencoblos di TPS 14 Kelurahan Barong Tongkok.

Baca Juga:

Jumlah TPS dan Bilik Kurang Diduga Menjadi Penyebab Pemilih Antri

Tak sekedar mengkritik, Yapan juga memberi solusi. Salah satunya dia akan meminta kepala kampung menyiapkan anggaran untuk pembuatan bilik suara di TPS. Dengan banyak bilik suara maka proses pencoblosan bisa lebih cepat. Hal itu juga bisa mengurangi tingkat golongan putih (golput).

”Makanya saya mau mengatakan sama kepala kampung, tidak usah menunggu anggaran dari KPU membuat bilik suara, kalian di kampung bisa membuat asal koordinasi dengan KPU, kalau bilang KPU bisa tambah, ya tambah aja. Jadi tidak usah tunggu, supaya kita mengurangi golput,” ucap ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Barat ini.

Baca Juga:

Protes Tak Bisa Coblos Pakai KTP, Warga Melak Ulu Bawa Kabur Absen DPK

Sementara itu ketua KPU Kutai Barat, Arkadius Hanye mengatakan KPU sebenarnya sudah membuat jadwal pencoblosan untuk semua pemilih melalui surat pemberitahuan atau undangan memilih. Namun banyak warga yang datang tidak sesuai jadwal mencoblos.

”Kita ini agak susah juga untuk mengatur antrean, walaupun kita sudah mengatur kedatangan tetapi tetap saja kebanyakan itu datangnya di waktu siang dan terjadi antrean itu memang di jam-jam krusial,” ujar Hanye.

Dia menyebut, dari hasil pantauan pada Pemilu serentak memang terjadi penumpukan di jam 12 atau satu jam jelang tutup pencoblosan. Sementara ada jam-jam tertentu justru tidak banyak pemilih yang datang.

”Makanya ini yang saya bilang kita sulit mengatur jadwal dan kesibukan orang itu beda-beda,” tandas Hanye.

Meski demikian KPU tetap mengapresiasi antusias masyarakat yang telah berpartisipasi dalam Pemilu serentak 2024.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....