PASI Kubar Siapkan 19 Atlet Porprov Kaltim, Target Pertahankan Tiga Emas di Paser

  • 30 Jun 2026 07:03 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kutai Barat menyiapkan 19 atlet yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK) untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan, PASI optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan medali.

Ketua PASI Kutai Barat, Rusman Diansyah mengatakan seluruh atlet yang lolos BK telah menjalani program pembinaan melalui training center (TC) mandiri sambil menunggu program TC resmi dari KONI Kutai Barat.

"Untuk persiapan Porprov, kami sudah menyusun program latihan jangka panjang. Saat ini kami menyiapkan 19 atlet yang lolos BK dan mereka sudah menjalani TC mandiri agar kondisi fisik dan kemampuan tetap terjaga," katanya Senin, 29 Juni 2026.

Rusman menjelaskan pada BK lalu PASI Kutai Barat mengikuti sekitar 16 nomor pertandingan dari total 24 nomor yang dipertandingkan. Nomor yang diikuti meliputi lari, lempar, lompat, hingga nomor beregu.

Dari hasil tersebut, atletik Kutai Barat berhasil membawa pulang tiga medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu. Capaian itu menjadi modal sekaligus target minimal yang ingin dipertahankan pada Porprov mendatang.

"Target kami minimal mempertahankan tiga emas, enam perak, dan dua perunggu. Namun melihat perkembangan atlet saat ini, kami optimis beberapa peraih perak bisa naik menjadi emas, sementara peraih perunggu berpeluang meningkat menjadi perak. Atlet yang belum meraih medali juga masih memiliki peluang karena selisih waktu saat BK sangat tipis," ujarnya.

Menurut Rusman, kekuatan atletik Kutai Barat saat ini berada pada nomor lari dan tolak peluru. Beberapa atlet juga terus menunjukkan peningkatan prestasi di berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional sehingga menambah optimisme menghadapi Porprov Kaltim 2026.

Meski demikian, ia mengakui keterbatasan sarana latihan masih menjadi tantangan utama. Lantaran Kutai Barat belum memiliki lintasan atletik standar, arena lompat jauh, maupun fasilitas lompat tinggi yang memadai sehingga sebagian atlet harus berlatih di Samarinda atau memanfaatkan fasilitas sekolah.

"Kondisi itu tidak mengurangi semangat atlet. Kami terus berupaya memaksimalkan latihan dengan fasilitas yang ada sambil berharap dukungan pemerintah dan KONI agar pembinaan atletik semakin optimal," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....