PSHT Cabang Kubar Sahkan 150 Warga Baru Tingkat I, Siap Jaga Marwah Organisasi
- 24 Jun 2026 12:32 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang Kutai Barat resmi mengukuhkan 150 warga baru Tingkat I dalam prosesi khidmat yang berlangsung di GOR Desnan, Sendawar, Minggu 21 Juni 2026 malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri Setia Hati Terate untuk Memperkuat Soliditas dan Memperkokoh Jiwa Nasionalisme” tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat, Gamas Laden, Ketua KONI, Alsiyus serta Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutai Barat, Doltianus.
Ketua PSHT Cabang Kutai Barat, Samyana, mengatakan seluruh calon warga yang mengikuti pengesahan berasal dari berbagai ranting di Kutai Barat, yakni Bongan, Jempang, Muara Pahu, Muara Lawa, Damai, Barong Tongkok, Melak, Tering, dan Long Iram. Selain itu, terdapat pula peserta yang berasal dari Kabupaten Mahakam Ulu.
Samyana menyebut perkembangan PSHT di Kutai Barat terus menunjukkan kemajuan. Saat ini hampir seluruh kecamatan telah memiliki kegiatan latihan dan pembinaan anggota, meski masih ada beberapa wilayah yang belum terjangkau.
“Alhamdulillah, hampir seluruh kecamatan di Kutai Barat sudah memiliki tempat latihan PSHT. Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah lagi sehingga ajaran budi luhur dan warisan pencak silat ini semakin berkembang di Kutai Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan malam pengesahan merupakan momen penting bagi para calon warga. Setelah resmi disahkan, mereka tidak hanya menjadi bagian dari keluarga besar PSHT, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi dan meneruskan pembinaan di lingkungan masing-masing.
Menurut Samyana, masa sebagai calon warga akan berakhir setelah pengesahan, namun tanggung jawab sebagai warga PSHT justru semakin besar. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjadikan nilai-nilai yang diajarkan dalam organisasi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah malam ini, tugas kalian semakin berat. Saya berpesan tiga hal, yaitu jaga nama baik keluarga, jaga nama baik organisasi, dan jaga nama baik pelatih. Baik buruknya PSHT akan tercermin dari perilaku seluruh warganya di tengah masyarakat,” ucapnya tegas.
Ia juga berharap para warga baru dapat menjadi motor penggerak perkembangan PSHT di daerah tempat tinggal masing-masing. Dengan demikian, organisasi dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Nasib dan perkembangan PSHT ke depan ada di tangan generasi muda yang malam ini mengikuti pengesahan. Kami berharap mereka dapat melanjutkan perjuangan organisasi dan mengembangkan PSHT di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Dewan Pusat PSHT Ajak Warga Jaga Persatuan
Sementara itu Ketua Dewan Pusat PSHT, Issoebijantoro, melalui sambutan yang dibacakan Ketua Dewan Perwakilan Pusat Kalimantan Timur, Suwarwiguno mengajak seluruh warga untuk menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Suwarwiguno menjelaskan, pengesahan warga baru yang bertepatan dengan bulan Muharram atau yang dikenal sebagai Bulan Suro memiliki makna mendalam bagi keluarga besar PSHT. Bulan tersebut menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperbaiki akhlak dan adab, serta memperkuat spiritualitas dan rasa persaudaraan.
Menurut Dewan Pusat, nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan utama PSHT, yakni membentuk manusia berbudi luhur, memahami benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, seluruh warga diajak menjadikan Bulan Suro sebagai kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana ajaran Setia Hati Terate telah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita perlu melihat kembali seberapa besar manfaat yang telah kita berikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara, serta seberapa kuat persaudaraan yang telah kita bangun di antara sesama warga,” kata Suwarwiguno menyampaikan isi pesan DP PSHT Pusat Madiun.
Suwarwiguno juga mengingatkan seluruh warga PSHT agar tetap solid dan kompak di tengah berbagai dinamika organisasi yang terjadi saat ini. Seluruh anggota diminta tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persaudaraan, persatuan, dan kesatuan dalam organisasi.
“Kita harus yakin menatap ke depan bahwa PSHT tetap jaya, kekal, dan abadi selama-lamanya,” ucapnya.

Selain menjaga kekompakan, warga juga diminta terus memperkuat komunikasi dan koordinasi mulai dari tingkat rayon, ranting, cabang, perwakilan pusat hingga tingkat pusat. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh aktivitas organisasi tetap berjalan sesuai ajaran, tradisi, adat istiadat, dan aturan yang berlaku.
Dewan Pusat menegaskan bahwa persaudaraan merupakan pilar utama dalam kehidupan warga PSHT. Karena itu, seluruh anggota diminta menjaga kerukunan, saling menghormati, saling mengingatkan, serta mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.
Selain itu, mereka diminta ikut berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing, serta menjadi pribadi yang membawa kedamaian, kebahagiaan, dan manfaat bagi sesama.
Suwarwiguno berharap seluruh rangkaian pengesahan dapat melahirkan warga PSHT yang tidak hanya tangguh dalam pencak silat, tetapi juga mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat persaudaraan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....