Tak Punya Arena Sendiri, Atlet Boling Kubar Bayar Ratusan Ribu Sekali Latihan
- 04 Jun 2026 21:37 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Cabang olahraga boling menjadi salah satu cabor dengan biaya latihan tertinggi yang diikuti kontingen Kutai Barat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur. Tidak seperti cabang olahraga lain yang cukup menyewa lapangan atau gedung, atlet boling harus membayar setiap permainan yang dilakukan saat latihan.
Wakil Ketua III KONI Kutai Barat, yang juga mantan Ketua Persatuan Boling Indonesia (PBI) Kutai Barat, Lidwina, mengatakan tingginya biaya tersebut disebabkan seluruh arena boling dikelola pihak swasta dengan sistem pembayaran per game.
"Satu game itu harganya lebih dari Rp40 ribu. Kalau mau hasilnya bagus, atlet minimal bermain tiga game dalam sekali latihan. Kalau seminggu latihan lima kali, tentu biayanya cukup besar," ujarnya kepada RRI Sendawar, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Lidwina, kebutuhan anggaran semakin meningkat ketika atlet mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Saat itu, para atlet harus bertanding selama sekitar 10 hari dengan jadwal yang berlangsung dari pagi hingga malam karena mengikuti berbagai nomor pertandingan.
Kondisi tersebut membuat biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar dibanding latihan rutin. Setiap pertandingan maupun sesi latihan tetap dihitung berdasarkan jumlah game yang dimainkan.
"Bayangkan selama 10 hari dari pagi sampai malam terus bermain. Berapa banyak game yang harus dibayar untuk satu atlet. Itu yang membuat kebutuhan anggaran boling cukup besar," katanya.
Lidwina menegaskan besarnya anggaran yang digunakan cabang olahraga boling bukan karena mendapat perlakuan khusus, melainkan karena karakter olahraga tersebut memang membutuhkan biaya operasional yang tinggi.
Sementara itu, Ketua PBI Kutai Barat, Herkolanus, mengatakan mahalnya biaya latihan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pengurus baru. Selain biaya latihan, Kutai Barat juga belum memiliki arena boling sendiri sehingga seluruh atlet masih harus berlatih di Samarinda.
"Latihan boling memang berbayar per game. Sekali latihan bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah. Karena itu kami berharap ke depan Kutai Barat bisa memiliki fasilitas sendiri agar pembinaan atlet lebih mudah dan biaya bisa lebih efisien," ujarnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan tingginya biaya latihan, atlet boling Kutai Barat tetap mampu menunjukkan prestasi. Pada Babak Kualifikasi Porprov Kaltim, tim boling Kubar berhasil meraih dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu serta menempati peringkat ketiga klasemen akhir cabang olahraga boling.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat atlet Kutai Barat tetap terjaga meski harus berlatih dengan berbagai keterbatasan. Kehadiran arena boling di daerah pun diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat pembinaan dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....