PBSI Kubar Hanya Bawa Delapan Atlet Terbaik ke Porprov Kaltim

  • 27 Mei 2026 10:35 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kutai Barat menargetkan hanya membawa delapan atlet terbaik untuk memperkuat tim bulu tangkis pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Langkah tersebut dilakukan agar tim yang dibentuk benar-benar fokus, solid, dan siap bersaing membawa nama Kutai Barat di tingkat provinsi.

Ketua PBSI Kutai Barat, Leo mengatakan seluruh atlet yang nantinya masuk tim Porprov harus melalui proses seleksi terbuka dan training center (TC) terlebih dahulu sebelum didaftarkan ke KONI Kutai Barat.

“Karena kenapa kita buat tim itu cuma delapan, supaya betul-betul yang kita bawa itu yang terbaik,” ujarnya saat ditemui di pusat latihan bulu tangkis kelurahan Simpang Raya, Barong Tongkok, Selasa 26 Mei 2026.

Menurut Leo, PBSI Kutai Barat tidak ingin sekadar mengirim atlet tanpa kesiapan yang matang. Karena itu, seleksi dilakukan secara ketat agar atlet yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan teknik, mental, dan fisik yang siap bertanding di level kompetisi daerah.

“Kita tidak bawa yang asal tahu mukul saja. Ini membawa nama kabupaten,” katanya.

Ia menegaskan pembinaan yang lebih fokus dengan jumlah atlet terbatas akan memudahkan pelatih memantau perkembangan kemampuan setiap atlet selama masa persiapan. Selain peningkatan teknik bermain, program latihan juga akan difokuskan pada pembinaan fisik dan mental bertanding agar atlet lebih percaya diri saat menghadapi lawan dari daerah lain di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Sekretaris sekaligus pelatih PBSI Kutai Barat, Hendika Julianda Sitorus memastikan proses seleksi dilakukan secara objektif tanpa melihat nama besar maupun riwayat prestasi atlet sebelumnya.

“Kami betul-betul cari yang terbaik di antara yang terbaik,” ujar Hendika.

Menurutnya, seluruh atlet yang mengikuti seleksi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih membela Kutai Barat di Porprov Kaltim 2026. Tim seleksi akan melakukan penilaian menyeluruh mulai dari teknik bermain, kondisi fisik, penguasaan lapangan, hingga kemampuan mengontrol permainan saat pertandingan.

“Teknik, fisik, penguasaan lapangan dan penguasaan bolanya itu yang akan kita lihat dan kembangkan,” katanya.

Hendika menegaskan panitia seleksi tidak memberikan perlakuan khusus kepada atlet tertentu meskipun pernah meraih gelar juara pada kejuaraan sebelumnya. Menurutnya, setiap atlet harus kembali membuktikan kemampuan terbaiknya dalam proses seleksi.

“Tidak ada istilah karena anak ini juara lalu diprioritaskan. Kita benar-benar mencari yang terbaik,” ujarnya.

PBSI Kutai Barat berharap sistem seleksi terbuka tersebut mampu menciptakan persaingan yang sehat sekaligus memotivasi atlet-atlet muda dari berbagai kecamatan untuk terus berlatih dan berkembang.

Selain membentuk tim yang kompetitif, PBSI juga ingin membangun budaya pembinaan olahraga yang adil dan profesional sejak tingkat daerah. Dengan pembinaan yang terarah dan proses seleksi yang transparan, PBSI optimistis atlet-atlet lokal Kutai Barat mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di ajang Porprov Kaltim November mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....