Kompleks Legislatif dan Yudikatif IKN Akan Dilengkapi Dua Embung
- 31 Agt 2026 21:07 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan ruang terbuka hijau dan dua embung di kawasan legislatif IKN. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari penataan lingkungan untuk mendukung kawasan pemerintahan yang terintegrasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.3 OIKN, Alfrits Steeve Willy Makalew, mengatakan OIKN merancang ruang terbuka hijau di sekitar kawasan legislatif sesuai ketentuan koefisien dasar hijau atau KDH.
“Ruang terbuka hijau sendiri memang sesuai dengan KDH-nya, kita sudah rencanakan di sekelilingnya, nanti ada dua embung” kata Alfrits.
Selain ruang terbuka hijau, OIKN menyiapkan dua embung di kawasan legislatif. Kedua embung tersebut masing-masing diberi nama Embung N dan Embung O sesuai bentuk yang akan dibangun.
“Ruang terbuka hijau sendiri memang sesuai dengan KDH-nya, kita sudah rencanakan di sekelilingnya juga ada dua embung, yaitu Embung N dan Embung O,” ujar Alfrits.
Ia menyebut penataan ruang terbuka hijau dan embung menjadi bagian dari konsep pembangunan kompleks legislatif yang tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung. OIKN juga menyiapkan infrastruktur pendukung untuk menciptakan kawasan yang terintegrasi dengan lingkungan.
Kompleks legislatif IKN dibangun di atas kawasan seluas 41,81 hektare dengan nilai kontrak keseluruhan sekitar Rp8,24 triliun. Kawasan ini terdiri atas lima klaster pembangunan, yakni Gedung DPR 1, Gedung DPR 2, Gedung MPR, Gedung DPD, dan Gedung Sidang Paripurna.
OIKN menargetkan seluruh pembangunan kompleks legislatif rampung pada 23 Desember 2027.
Di sisi lain, OIKN juga terus menambah infrastruktur tampungan air di kawasan IKN. OIKN membangun 24 embung tambahan melalui proyek multiyears 2026-2027. Penambahan tersebut melengkapi 30 embung yang telah dibangun pada tahap pertama sehingga totalnya menjadi 54 embung.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan 24 embung tambahan saat ini masih berlangsung.
“Sekarang dalam pelaksanaan, sedang under construction sekarang ini, 2026-2027 multi-year-nya, itu 24. Ada 24 lagi,” ujar Basuki, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Basuki, tambahan embung tersebut menjadi bagian dari pembangunan retention pond untuk meningkatkan kapasitas tampungan air di kawasan IKN.
Dengan tambahan 24 embung, total volume tampungan air dari seluruh retention pond diproyeksikan mencapai lebih dari dua juta meter kubik. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat sistem pengelolaan air sekaligus mendukung pengembangan kawasan Nusantara.
Penambahan embung juga memperkuat konsep pembangunan IKN yang mengintegrasikan infrastruktur pemerintahan dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....