Empat Skema Pembiayaan IKN Mulai Berjalan, Investasi Swasta Sumbang Rp208 Triliun

  • 31 Agt 2026 15:12 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan empat skema pembiayaan pembangunan IKN mulai berjalan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan skema pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas dan membentuk ekosistem perkotaan di Nusantara.

Dari skema KPBU, nilai proyek pembangunan IKN mencapai Rp134,22 triliun. Nilai tersebut mencakup tujuh prakarsa hunian dan enam prakarsa jalan.

“KPBU Rp134,22 triliun, yang itu dari tujuh prakarsa hunian dan enam prakarsa jalan,” ujar Basuki, Senin, 31 Agustus 2026.

Sementara itu, investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor. Dengan demikian, nilai investasi dan proyek KPBU mencapai Rp208,7 triliun.

Selain pembiayaan melalui APBN, KPBU, dan investasi swasta, OIKN juga memanfaatkan dukungan hibah internasional.

Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) memberikan hibah senilai 2,49 juta dolar AS untuk memperkuat perencanaan Smart City IKN.

Hibah tersebut digunakan untuk mendukung asistensi teknis, termasuk penyusunan cetak biru Smart City, model keuangan dan investasi, kerangka ESG, peta jalan pengembangan kapasitas, serta rencana implementasi.

Sementara Pembiayaan dari APBN sekitar Rp48 triliun yang akan digunakan sampai 2028.

"Yang dari APBN kita gunakan untuk pembangunan fasilitas pemerintah dan sarana pendukung. Yang lagi kita bangun ini kawasan legislatif dan yudikatif yang ditargetkan selesai Desember 2027," katanya.

Basuki mengatakan keberagaman sumber pembiayaan menjadi strategi OIKN untuk menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap APBN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....