Otorita Sebut Pembiayaan Non-APBN di IKN Capai Rp208 Triliun
- 31 Agt 2026 13:44 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Nilai investasi swasta dan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp208,7 triliun. Otorita IKN juga mengandalkan hibah internasional untuk mendukung pembangunan, termasuk pengembangan sistem Smart City.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan nilai tersebut terdiri atas investasi swasta sebesar Rp74,54 triliun dan proyek KPBU Rp134,22 triliun.
“KPBU Rp134,22 triliun, yang itu dari tujuh prakarsa hunian dan enam prakarsa jalan,” ujar Basuki, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia menyebut, investasi swasta sebesar Rp74,54 triliun berasal dari 67 investor yang telah menanamkan modal di IKN. Sementara proyek KPBU mencakup tujuh prakarsa hunian dan enam prakarsa jalan. Beberapa prakarsa hunian tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan.
Selain APBN, investasi swasta, dan KPBU, OIKN juga memperoleh dukungan pembiayaan melalui hibah internasional.
Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) memberikan hibah senilai 2,49 juta dolar AS untuk mendukung asistensi teknis pengembangan Smart City IKN.
OIKN menandatangani kerja sama hibah tersebut dengan Pemerintah Amerika Serikat pada 25 Februari 2026. Dukungan itu diarahkan untuk memperkuat perencanaan cetak biru Smart City IKN agar terintegrasi, siap investasi, dan dapat diterapkan.
Melalui proyek tersebut, OIKN akan menyiapkan sejumlah dokumen strategis dan teknis, termasuk arsitektur Smart City, model keuangan dan investasi, kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), peta jalan peningkatan kapasitas, serta rencana tahapan implementasi.
Basuki mengatakan OIKN menggunakan berbagai sumber pembiayaan untuk mendukung pembangunan Nusantara. Diversifikasi pendanaan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap APBN.
Selain menarik investasi, OIKN juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami selalu melayani investor yang masuk. Termasuk daerah yang menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” kata Basuki.
OIKN berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat memperluas basis investasi dan memperkuat konektivitas ekonomi antara Nusantara dan daerah mitra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....