Investasi KPBU di IKN Capai Rp134 Triliun, Bangun Jalan hingga Hunian
- 31 Agt 2026 02:48 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Nilai proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) mencapai Rp134,22 triliun. Otorita IKN terus mengandalkan skema pembiayaan non-APBN untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas di Nusantara.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, nilai KPBU tersebut mencakup tujuh prakarsa hunian dan enam prakarsa jalan.
“KPBU Rp134,22 triliun, yang itu dari tujuh prakarsa hunian dan enam prakarsa jalan,” ujar Basuki, Senin 31 Agustus 2026.
Basuki menjelaskan, dari tujuh prakarsa hunian tersebut, beberapa di antaranya telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan.
Selain melalui KPBU, Otorita IKN juga mencatat investasi swasta sebesar Rp74,54 triliun. Investasi tersebut berasal dari 67 investor yang telah menanamkan modal di IKN.
Dengan demikian, total investasi yang masuk ke IKN mencapai Rp208,7 triliun. Nilai tersebut berasal dari investasi swasta dan proyek pembangunan melalui skema KPBU.
OIKN menyebut pembangunan Nusantara saat ini menggunakan berbagai sumber pembiayaan, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investasi swasta, KPBU, hingga hibah.
Diversifikasi sumber pendanaan tersebut menjadi strategi pemerintah untuk mendukung pembangunan IKN sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan yang bersumber dari APBN.
OIKN Buka Peluang Kerja Sama dengan Daerah
Selain menarik investasi langsung, OIKN membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Basuki mengatakan kolaborasi antardaerah diperlukan untuk memperkuat ekosistem pembangunan Nusantara dan mendukung pengembangan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami selalu melayani investor yang masuk. Termasuk daerah yang menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.
Menurut Basuki, kerja sama OIKN dengan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada investasi. Kolaborasi juga dapat mencakup penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.
OIKN berharap kerja sama dengan pemerintah daerah dapat memperluas basis investasi dan memperkuat konektivitas ekonomi antara Nusantara dan berbagai wilayah di Indonesia.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan menciptakan hubungan ekonomi yang saling mendukung antara IKN dan daerah mitra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....