Gulat Manurung Terpilih sebagai Presiden WCOPS, Satukan Petani Sawit Dunia
- 28 Agt 2026 07:39 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, terpilih sebagai President World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS) dalam International Oil Palm Smallholders Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
Gulat mendapat mandat dari 12 asosiasi petani sawit yang berasal dari tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Nigeria, Ghana, Honduras, China dan Pantai Gading.
Koalisi yang dibentuk ini dimaksudkan untuk memperkuat suara dan posisi petani sawit dalam industri sawit global.
Gulat juga menyampaikan terima kasih kepada 12 asosiasi petani dari tujuh negara yang memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menegaskan, terpilihnya sebagai President WCOPS bukan hanya menjadi capaian bagi Indonesia, tetapi merupakan momentum bagi seluruh petani sawit dunia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada tujuh negara yang hadir dan 12 asosiasi petani sawit dunia yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini akan saya emban untuk ke depan. Ini merupakan monumen penting untuk semua,” kata Gulat.
Gulat mengatakan mandat sebagai Presiden WCOPS bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab untuk menyatukan petani sawit dunia dan membangun hubungan yang saling mendukung dengan korporasi. Ia berharap persatuan petani sawit dunia dapat mendorong industri yang lebih inklusif.
“Penugasan saya sebagai President WCOPS ini menjadi monumen untuk mempersatukan petani sawit dunia, untuk saling mendukung dengan korporasi sawit,” kata Gulat.
Menurutnya, manfaat industri sawit harus dirasakan seluruh pihak, mulai dari petani dan keluarganya, perusahaan, hingga negara-negara penghasil sawit.
Petani Sawit Dunia Titip Persoalan Harga
Perwakilan petani dari tujuh negara menyambut baik terpilihnya Gulat sebagai President WCOPS. Salah satunya National President of the Oil Palm Development Association of Ghana (OPDAG), Paul Kwabena Amaning.
Paul menitipkan persoalan harga kepada Gulat. Ia berharap kepemimpinan Indonesia dalam WCOPS dapat membantu memperjuangkan kesetaraan harga bagi petani sawit di berbagai negara.
“Kami sangat berharap kepada Indonesia sebagai negara sawit terbesar untuk dapat saling menolong petani sawit di seluruh dunia,” katanya.
Dukungan terhadap kepemimpinan Gulat juga datang dari perwakilan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Solidaridad, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), akademisi, Dewan Pembina APKASINDO, serta peserta International Oil Palm Smallholders Forum 2026 dari 25 provinsi sentra sawit Indonesia.
WCOPS Perkuat Posisi Petani Sawit Dunia
Pembentukan WCOPS menjadi langkah petani sawit dunia untuk memperkuat posisi dalam menghadapi berbagai isu strategis industri sawit.
Koalisi tersebut diharapkan menjadi wadah kerja sama petani dalam memperjuangkan kepentingan bersama, termasuk keberlanjutan, ketertelusuran, perdagangan yang adil, harga tandan buah segar (TBS), peningkatan produktivitas, teknologi, sertifikasi, serta hubungan yang lebih seimbang dengan korporasi.
Forum yang berlangsung di IKN juga menjadi momentum bagi petani sawit dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman dan membangun agenda bersama.
Dengan terbentuknya WCOPS dan terpilihnya Gulat sebagai President, petani sawit dunia diharapkan memiliki wadah yang lebih kuat untuk menyuarakan kepentingannya dalam pembentukan kebijakan sawit di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....