Perancang IKN Sibarani Sofian: Nusantara Unik dan Murni Karya Anak Bangsa
- 21 Agt 2026 17:53 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara - Perancang Ibu Kota Nusantara (IKN) Sibarani Sofian, menilai pembangunan Nusantara memiliki keunikan dibandingkan ibu kota negara lain. Menurutnya, konsep IKN tidak hanya mengadopsi model kota modern, tetapi memadukan simbol kebangsaan, konsep alam, serta kearifan budaya Indonesia.
Sibarani mengatakan keunikan tersebut terlihat dari konsep jalan dan tata kota yang mengikuti kondisi alam. Ia menilai pendekatan itu membuat Nusantara tidak tampil seperti kota modern pada umumnya yang cenderung generik.
"Yang menarik dari konsep dan perencanaan dan juga proses IKN ini, kita melakukannya dengan sangat cepat. Tidak ada ibu kota yang dalam lima tahun ini selesainya seperti ini," kata Sibarani dalam Kuliah Umum dan Dialog Perkotaan di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia menyebut IKN memiliki simbol-simbol kebangsaan yang berbeda dan mengembangkan konsep kota yang mengikuti alam. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu kekuatan utama desain Nusantara.
Sibarani menegaskan pembangunan IKN tetap mengambil pelajaran dari berbagai negara, tetapi mengolahnya dengan mempertimbangkan kebijaksanaan dan budaya Indonesia.
"Jadi ini benar-benar made in Indonesia," ujarnya.
Ia merupakan bagian dari tim perancang konsep Nagara Rimba Nusa, yang memenangkan sayembara desain IKN. Setelah melihat perkembangan pembangunan secara langsung, ia menilai konsep dasar yang dirancang sejak awal masih terlihat dalam pembangunan Nusantara.
Ia menyebut perubahan terhadap desain awal sekitar 20 persen. Penyesuaian tersebut terjadi karena kondisi lapangan, waktu, anggaran, serta arahan pimpinan. Meski demikian, menurutnya, prinsip dan filosofi utama desain masih terlihat dalam pembangunan IKN.
Sibarani juga menilai semakin banyak masyarakat yang tinggal di Nusantara akan semakin memperkuat pembentukan kota. Saat ini, sekitar 2.000 orang telah tinggal di kawasan tersebut, termasuk pegawai Otorita IKN.
Menurut Sibarani, kehadiran penduduk menjadi bagian penting dalam membentuk sebuah kota. Karena itu, perpindahan dan bertambahnya penghuni di Nusantara akan membuat kehidupan perkotaan di IKN semakin berkembang.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mengenal IKN dari informasi yang beredar, tetapi melihat langsung perkembangan Nusantara dan mempelajari data mengenai pembangunan ibu kota baru tersebut.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Nusantara tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, kota harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, berinovasi, dan berproduksi.
Basuki juga mendorong mahasiswa arsitektur dan perencanaan wilayah serta perkotaan menjadikan Nusantara sebagai living laboratory untuk mempelajari pembangunan kota.
"Jadi PWK, para mahasiswa perencanaan wilayah dan perkotaan, para arsitek, jadikan Nusantara ini living laboratory untuk Anda semua," katanya.
Basuki menegaskan Nusantara dibangun terutama untuk generasi muda. Karena itu, ia mengajak generasi muda memahami dan ikut melihat perkembangan kota yang sedang dibangun tersebut.
"Kota ini adalah kota untuk anak muda, kota yang dibikin untuk nanti generasi muda, bukan buat saya," ujar Basuki.
Ia berharap kuliah umum dan dialog perkotaan yang menghadirkan akademisi serta praktisi internasional dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperkaya pengetahuan tentang pembangunan kota yang berkelanjutan, produktif, dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....