Otorita IKN Gelar Kuliah Umum dan Dialog Perkotaan Bersama Akademisi Belanda
- 21 Agt 2026 17:53 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar acara Kuliah Umum dan Dialog Perkotaan bertema “Capitals Can Be Planned. Cities Must Be Lived: Learning for Sustainability and Resilience in a More-than-Human Nusantara” di Kawasan Kemenko 3 IKN, Jumat 21 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi strategis mengenai perencanaan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di ibu kota baru Indonesia. Dengan narasumber Profesor Bart Barendregt, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Perilaku Leiden University Belanda sekaligus UNESCO Chair for Anthropology of Digital Diversity.
Selain itu OIKN juga menghadirkan Sibarani Sofian, pemenang sayembara desain IKN dan sejumlah praktisi arsitektur perkotaan yang membahas berbagai aspek pembangunan IKN, termasuk perencanaan kawasan, tantangan rekayasa infrastruktur, kondisi geologi, hingga penguatan konektivitas transportasi.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membuka langsung acara yang dihadiri oleh praktisi, akademisi, serta mahasiswa arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Dalam sambutannya, Basuki menegaskan bahwa membangun sebuah kota membutuhkan pendekatan lintas disiplin yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Menurut Basuki, kota harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, berinovasi, dan berproduksi. Karena itu, pembangunan Nusantara harus melibatkan berbagai disiplin ilmu, termasuk arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, antropologi, sosiologi, seni, serta budaya.
Basuki juga mengajak mahasiswa menjadikan Nusantara sebagai living laboratory atau laboratorium hidup untuk mempelajari pembangunan sebuah kota baru.
“Membangun kota ini tidak sembarangan, bukan hanya soal engineering, tapi juga seni dan budaya. Jadikan Nusantara ini living laboratory untuk Anda semua,” ujar Basuki.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kehadiran para pemateri berskala internasional untuk mendalami konsep ruang kota sebagai tempat berinteraksi, berinovasi, dan berproduksi.
Dorongan Integrasi Budaya dan Inovasi Tepat Guna
Profesor Antropologi dari Leiden University, Bart Barendregt, hadir sebagai salah satu pembicara utama. Ia memaparkan pentingnya penerapan frugal innovation, yaitu penggunaan teknologi secukupnya yang efisien agar dapat direplikasi di kota-kota lain yang memiliki keterbatasan anggaran.
“Kalau kita betul-betul mau belajar dari teknologi yang canggih, sebaiknya kita milik teknologi yang secukupnya. Tidak usah yang hebat-hebat, supaya itu juga bisa diterapkan di tempat lain,” katanya.
Selain aspek teknologi, Prof. Bart menggarisbawahi penguatan identitas budaya lokal dalam pembangunan IKN. Ia mengapresiasi hadirnya elemen arsitektur Dayak pada Istana Wakil Presiden, namun mendorong adanya langkah edukasi yang lebih mendalam bagi para penghuni baru.
Bart juga mendorong OIKN memperkuat aspek budaya. Menurutnya, unsur budaya Dayak yang telah ditampilkan secara simbolis di sejumlah bangunan perlu diikuti dengan pemahaman yang lebih mendalam.
Ia mengusulkan adanya kursus singkat mengenai budaya Dayak bagi penghuni baru Nusantara serta pusat budaya yang dapat menjadi ruang pembelajaran, khususnya bagi generasi muda.
“Sangat menarik jika ada kursus singkat budaya Dayak untuk warga baru serta pusat studi budaya. Karena IKN akan dihuni masyarakat dari berbagai suku seperti Jawa dan Sumatra, sehingga keberadaan museum dan ruang kehidupan bersama menjadi sangat penting untuk masa depan,” ucap Prof. Bart.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Perilaku Leiden University ini mengaku terkesan melihat perkembangan pembangunan Nusantara dan menilai IKN telah berada di jalur yang tepat untuk menjadi kota yang berkelanjutan dan tangguh.
“Setiap kali saya datang ke sini, saya selalu berpikir, “Wow, ternyata saya sudah melewatkan banyak hal,” dan sekarang sudah ada tahap berikutnya. Jadi, ya, saya sangat terkesan. Menurut saya, IKN sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Dekan
Realisasi Desain Utama Capai 80 Persen
Dalam sesi Dialog Perkotaan, pemenang Sayembara Desain IKN "Nagara Rimba Nusa", Sibarani Sofian, turut membagikan pandangannya mengenai perkembangan pembangunan fisik di lapangan. Menurutnya, arah pembangunan saat ini sudah berjalan sangat positif dan sesuai dengan filosofi awal.
“Prinsip-prinsip utamanya, filosofinya sudah mulai terlihat dan sangat menggembirakan,” ujar Sibarani.
Ia memperkirakan perubahan atau penyesuaian dari desain awal berada di kisaran 20 persen. Penyesuaian tersebut terjadi karena kondisi lapangan, waktu, anggaran, serta arahan pimpinan.

Sibarani menilai Nusantara memiliki karakter berbeda dibandingkan sejumlah ibu kota baru di dunia. Selain dibangun dalam waktu relatif cepat, desain Nusantara menggabungkan simbol kebangsaan, konsep alam, serta unsur budaya Indonesia.
“Kesesuaian pembangunan di kawasan Kemenko bahkan mencapai 80 persen lebih, dan secara umum perubahan dari desain awal hanya sekitar 20 persen akibat penyesuaian kondisi lapangan, anggaran, dan waktu. Ini pencapaian yang luar biasa cepat untuk sebuah pembangunan ibu kota baru,” katanya.
Ia menyebut pembangunan Nusantara sebagai karya anak bangsa yang tetap belajar dari pengalaman internasional.
“Ini benar-benar made in Indonesia,” katanya.
Sibarani juga memperkenalkan bukunya yang akan terbit akhir tahun bertajuk Designing Nusantara. Buku tersebut merangkum rekam jejak perencanaan IKN, perbandingan foto udara before-after, serta tantangan teknis dalam merancang kota yang menyatu dengan alam.
Di samping ia mengajak masyarakat dan akademisi untuk melihat langsung dinamika perkembangan di lapangan.
“Untuk teman-teman yang mungkin sudah mendengar tentang IKN, jangan hanya mendengar, pelajari lebih dalam, dapatkan data yang lebih akurat dan kalau perlu datang dan lihat dengan sendiri. Dari situ teman-teman akan mengapresiasi lebih baik. Tidak kenal maka tidak sayang, untuk bisa kenal harus bisa bertemu dulu. Jadi bertemulah dengan IKN,” ucapnya.
Pemateri lain yang juga hadir dalam acara ini antara lain Winarko Hadi Susilo, Tedy Murtiejo dan Hertono Prayitno. Ketiganya membahas seputar Perencanaan Infrastruktur, Geologi, dan Konektivitas IKN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....