IKN Jadi Titik Awal Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Dunia
- 01 Agt 2026 21:18 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menjadi titik awal peluncuran program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) dalam rangkaian Mangrofest 2026.
Acara peluncuran yang dirangkai dengan media gathering selam tiga hari ini berpusat di Plaza Timur Bhineka Tunggal Ika, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN), Sabtu 1 Agustus 2026.
Program yang dijalankan Kementerian Kehutanan tersebut menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 32.634 hektare, sehingga menjadi proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) sekaligus Executive Director M4CR, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan Kalimantan Timur menjadi wilayah paling strategis dalam pelaksanaan program tersebut. Dari total target nasional, sekitar 12 ribu hektare atau lebih dari 30 persen berada di Kalimantan Timur, termasuk kawasan IKN.
Ia menjelaskan, program M4CR telah dimulai sejak 2022 bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Setelah program tersebut berakhir, Kementerian Kehutanan melalui Ditjen PDASRH melanjutkan amanah untuk menyelesaikan target rehabilitasi mangrove nasional.
"Target rehabilitasi mangrove mencapai 32.634 hektare. Ini merupakan proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia. Kalimantan Timur memegang peran sangat penting karena hampir 12 ribu hektare target rehabilitasi berada di wilayah ini," ujarnya.
Zainal mengatakan, IKN dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki potensi besar dalam pengembangan mangrove sekaligus menjadi simbol komitmen Indonesia membangun ketahanan pesisir berbasis ekosistem.
Selain rehabilitasi mangrove, M4CR juga mencakup pembentukan Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM), sekolah lapang mangrove, pengembangan mata pencaharian masyarakat, serta bantuan pendanaan matching grant bagi kelompok masyarakat yang mengembangkan konservasi dan usaha berbasis mangrove.
Sementara itu Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan Otorita IKN mendukung penuh pelaksanaan M4CR karena rehabilitasi mangrove merupakan solusi alami untuk melindungi kawasan pesisir Kalimantan Timur.
Menurut Basuki, mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari mengurangi abrasi pantai, meredam gelombang tsunami, hingga menyerap karbon jauh lebih besar dibandingkan vegetasi daratan. Ia juga mengapresiasi konsep M4CR yang memberdayakan petani lokal melalui penyediaan bibit dari wilayah setempat sehingga lebih mudah tumbuh sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Kami membutuhkan M4CR. Kalimantan Timur membutuhkan M4CR agar pantai kita terlindungi secara alami. Di daratan kita tanami pohon, di pesisir kita tanami mangrove. Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita," kata Basuki.
Ia menambahkan, pembangunan IKN mengusung konsep Forest City yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian utama pembangunan. Hingga saat ini, Otorita IKN telah menanam lebih dari lima juta pohon dan secara rutin melaksanakan penanaman setiap dua minggu untuk mempercepat pemulihan ekosistem.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur Joko Iswanto, mewakili Gubernur Kalimantan Timur, menegaskan mangrove merupakan aset strategis yang harus dijaga karena berfungsi melindungi pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon dalam jumlah besar untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Ia menyebut Kalimantan Timur memiliki sekitar 240 ribu hektare ekosistem mangrove yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan memastikan mangrove tumbuh, terawat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan masyarakat pesisir, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, sekaligus menjaga masa depan pembangunan daerah. Karena itu kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, sangat dibutuhkan agar upaya pelestarian mangrove berjalan berkelanjutan," ujar Joko.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat, program M4CR diharapkan mampu memperkuat ketahanan pesisir, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....