Mulai Difungsikan, Jembatan Satwa di Tol IKN Jadi Koridor Aman Satwa Liar
- 31 Jul 2026 08:05 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Pembangunan Jalan Tol Akses Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga mengedepankan pelestarian lingkungan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pembangunan jembatan satwa (wildlife crossing) sebagai koridor aman bagi satwa liar untuk melintasi kawasan jalan tol tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas.
Jembatan satwa tersebut dibangun pada ruas Tol IKN Seksi 3B-2 Kariangau–Simpang Tempadung sebagai bagian dari konsep infrastruktur hijau yang mendukung pembangunan IKN berkonsep Forest City atau Kota Hutan. Infrastruktur ini dirancang dengan lebar mencapai 50 meter sehingga satwa dapat berpindah habitat secara aman di atas jalan tol.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan ibu kota baru dilakukan melalui pendekatan rewilding, yakni mengembalikan fungsi ekosistem alami, bukan hanya melakukan penghijauan.
"Kami melakukan rewilding di kawasan ini. Bukan hanya reforestasi, tetapi mengembalikan ekosistem alami. Itulah Kota Hutan," ujar Basuki saat menerima kunjungan profesor dan mahasiswa The University of Tokyo serta Universitas Mulawarman di Kantor Otorita IKN, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Basuki, pembangunan koridor satwa menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas habitat yang sebelumnya terfragmentasi akibat pembangunan infrastruktur. Melalui pendekatan tersebut, pembangunan kota modern tetap berjalan tanpa mengabaikan kelestarian keanekaragaman hayati.
Berdasarkan informasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, jembatan satwa memiliki tiga fungsi utama, yakni menghubungkan kembali habitat satwa yang terpisah akibat pembangunan jalan tol, menyediakan koridor aman bagi satwa liar terutama di sekitar Hutan Lindung Sungai Wain, serta mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar.
Jembatan tersebut mengusung konsep green bridge (ecoduct) dengan desain menyerupai habitat alami. Permukaannya ditanami berbagai vegetasi khas hutan Kalimantan sehingga satwa merasa aman saat melintas. Selain itu, jembatan dilengkapi pagar hijau setinggi dua meter yang berfungsi mengarahkan satwa tetap berada di dalam koridor sekaligus meningkatkan keselamatan.
Pembangunan jembatan satwa dilakukan di dua titik strategis pada Tol IKN Seksi 3B, yakni STA 8+325 dan STA 10+025. Koridor ini diproyeksikan menjadi jalur perlintasan berbagai satwa endemik Kalimantan, seperti beruang madu, orangutan, bekantan, dan macan dahan.
Selain jembatan satwa, Kementerian Pekerjaan Umum juga membangun empat terowongan perlintasan satwa di ruas Jalan Tol Akses IKN Segmen Kariangau–Simpang Tempadung. Terowongan tersebut menggunakan material Corrugated Steel Plate atau pelat baja bergelombang dengan bentang sepanjang 80,77 meter, lebar 25,12 meter, dan tinggi 12,74 meter.
Bagian atas terowongan ditanami vegetasi hijau agar menyerupai habitat alami sehingga satwa dapat melintas dengan lebih nyaman.
Saat meninjau pembangunan perlintasan satwa tersebut, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di IKN harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
"Ini bagus sebagai upaya pelestarian dan menjaga ekosistem yang berkelanjutan," ujar Diana.
Perencanaan dan pembangunan jembatan satwa juga telah mendapat persetujuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan infrastruktur di IKN tetap sejalan dengan upaya pelestarian ekosistem, sehingga konektivitas wilayah dapat meningkat tanpa mengorbankan habitat satwa liar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....