Santo Fransiskus Xaverius Jadi Nama Gereja Basilika IKN
- 08 Jun 2025 00:07 WIB
- Sendawar
KBRN, Nusantara : Indonesia segera memiliki Gereja Basilika pertama di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Gereja ini akan dinamai Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius, misionaris pertama yang menyebarkan ajaran Katolik di Asia dan Nusantara serta menjadi simbol awal sejarah gereja Katolik di Indonesia.
Rumah ibadah ini tidak hanya menjadi pusat spiritual umat Katolik, tetapi juga simbol toleransi, persatuan, dan keberagaman dalam pembangunan IKN sebagai kota masa depan bangsa.
Bangunan megah ini tak hanya menjadi tempat ibadah umat Katolik, tetapi juga diharapkan menjadi landmark toleransi dan kerukunan beragama di jantung ibu kota baru.
Basilika ini akan berdiri di atas bangunan seluas 2,02 hektare, dengan total luas lahan 10.612 meter persegi, serta dibangun dengan anggaran APBN sebesar Rp651 miliar. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian PUPR, Kementerian Agama, Konferensi Waligereja Indonesia, dan Otorita IKN.
BACA JUGA:
Pembangunan Gereja Katolik Basilika di IKN Resmi Dimulai
Perwakilan Kementerian PUPR, Didit Wahyudi, mengatakan basilika ini mencerminkan bahwa pembangunan di IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyertakan dimensi spiritual dan kebangsaan.
“Penggunaan nama Santo Fransiskus Xaverius sangat berarti, sebab beliau adalah simbol pemersatu dan penyebar kabar gembira di Indonesia,” ujar Didit dalam misa pemberkatan batu pertama Pembangunan Basilika, di kompleks rumah ibadah IKN, Jumat (6/6/2025).
Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF dan para imam dan Perwakilan oikn, Kementerian PUPR, Binas Katolik Kemenag meletakan batu pertama Pembangunan Gereja Basilika Santo Fransikus Xaverius di IKN, Jumat (6/6/2025). Foto: RRI IKN/Andreas Trisno.Bangunan basilika ini dirancang dengan kapasitas 1.600 jemaat, dilengkapi Wisma Uskup, Jalan Salib, taman doa, gua Maria, menara lonceng, dan fasilitas penunjang lainnya. Selain sebagai rumah ibadah, kawasan ini juga dirancang menjadi pusat kegiatan rohani, sosial, dan budaya dengan konsep hijau dan kota cerdas.
Direktorat Bimas Katolik Kanwil Kemenag Kaltim, Bidiccof Lamsinar Nainggolan mengapresiasi perhatian besar pemerintah terhadap pembangunan gereja Basilika.
“Basilika merupakan sejenis tingkatan pada gereja dengan hak istimewa tertentu yang persetujuannya diberikan langsung oleh Paus selaku pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. Oleh karena itu mari kita berdoa agar gereja ini menjadi terang dan sumber iman, bahkan bagi para peziarah dari seluruh dunia,” ujarnya.
BACA JUGA:
Uskup Samarinda Pimpin Misa Pembangunan Gereja Basilika IKN
Gereja Basilika ini berada di bawah otoritas Keuskupan Agung Samarinda dan dijadwalkan rampung pada 31 Desember 2025.
Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah, DPR RI, dan Otorita IKN yang telah memberikan ruang bagi umat Katolik untuk memiliki rumah ibadah yang representatif di pusat pemerintahan negara.
“Basilika ini kita harapkan menjadi inspirasi, bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi dunia,” ujarnya.
Basilika ini juga akan menjadi bagian dari zona peribadatan nasional bersama Masjid Negara yang dibangun berdekatan. Pembangunan kedua rumah ibadah ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan umat beragama dan penguat identitas bangsa yang ramah serta toleran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....