Uskup Samarinda Pimpin Misa Pembangunan Gereja Basilika IKN

  • 07 Jun 2025 01:08 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara: Pembangunan Gereja Katolik Basilika Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai dengan perayaan misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, Jumat (6/6/2025).

Gereja ini menjadi basilika pertama yang dibangun di Indonesia, menandai tonggak penting dalam sejarah keberagaman dan toleransi beragama di tanah air.

Uskup Yustinus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, DPR RI, dan Otorita IKN atas dukungan luar biasa dalam pembangunan rumah ibadah ini.

"Pembangunan gereja ini adalah wujud nyata perhatian negara terhadap umat Katolik, khususnya di wilayah Nusantara ini. Ini bukan hanya rumah ibadah, tapi simbol persatuan, toleransi, dan kerukunan umat beragama," ujar Uskup Yustinus dalam misa pemberkatan batu pertama dan lokasi pembangunan yang dihadiri para pejabat, tokoh umat, serta masyarakat sekitar.

BACA JUGA:

Ini Progres Delapan Proyek IKN yang Ditinjau Gibran

Lebih lanjut, Uskup Yustinus menekankan pentingnya menjaga kerukunan sebagai fondasi pembangunan bangsa.

"Toleransi dan hidup rukun yang kita miliki di Indonesia telah menjadi inspirasi dunia. Bahkan Bapa Suci almarhum Paus Fransiskus, pernah menyebut Indonesia sebagai contoh toleransi bagi dunia yang hidup damai dalam keberagaman," ungkapnya.

Ia juga mengajak umat Katolik untuk terus berkontribusi dalam pembangunan IKN, tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui doa dan semangat kebersamaan.

“Sebagai umat Katolik kita harus memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan ini, dalam berbagai bentuk. Seringkali orang berpikir bahwa kontribusi berarti membangun secara fisik, padahal sebagai orang beriman, doa kita untuk kelancaran pembangunan pun merupakan bentuk kontribusi yang nyata. Kita juga dapat berperan melalui berbagai cara lain, meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan aspek fisik pembangunan,” ucapnya.

BACA JUGA:

Warga IKN Sambut Gembira Bantuan Kurban dari Presiden

Gereja Basilika ini akan menjadi bagian dari kompleks rohani yang terdiri atas Wisma Uskup, taman doa, gua Maria, Jalan Salib, dan fasilitas lainnya. Selain menjadi tempat ibadah, basilika ini juga diharapkan menjadi destinasi ziarah bagi umat Katolik dari seluruh dunia.

“Rumah ibadah ini tidak hanya akan menjadi tempat beribadah, tetapi juga tempat ziarah bagi umat dari mana pun mereka berasal. Para peziarah nantinya akan melihat bagaimana Indonesia dengan baik menata fasilitas keagamaan, sehingga gereja ini menjadi simbol persatuan dalam masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Sementara Deputi Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena, menyatakan momen ini sangat penting. Ia menegaskan pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga membangun peradaban yang inklusif dan berlandaskan nilai Pancasila.

“Basilika ini adalah bukti negara hadir bagi semua umat beragama. Pembangunan gereja ini menjadi simbol penguatan iman, kerukunan, dan destinasi ziarah internasional. Kami akan terus mengawal agar IKN menjadi contoh terbaik bagi Indonesia dan dunia,” pungkas Thomas.

Perwakilan Kementerian PUPR, Didit Wahyudi, menyatakan apresiasinya atas dimulainya pembangunan Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius di IKN.

“Gereja basilika pertama di Indonesia ini penting karena memakai nama Santo Fransiskus Xaverius, misionaris pertama yang membawa kabar gembira ke tanah air,” ujar Didit.

Dia menyebut gereja dengan kapasitas 1.600 orang ini dibangun di lahan 2,02 hektar dengan anggaran APBN Rp651 miliar, dan ditargetkan selesai pada akhir 2025.

Didit menambahkan, pembangunan ini mengusung prinsip bangunan hijau dan kota cerdas, serta menjadi simbol toleransi dengan berdiri di kawasan inti pemerintahan bersama Masjid Negara.

“Kami berharap basilika ini dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadi contoh pembangunan berlandaskan ketuhanan dan toleransi bagi Indonesia,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....