Pembangunan Gereja Katolik Basilika di IKN Resmi Dimulai
- 07 Jun 2025 00:13 WIB
- Sendawar
KBRN, Nusantara: Sejarah baru tercipta di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan dimulainya pembangunan Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius, pada Jumat (6/6/2025).
Prosesi peletakan batu pertama digelar penuh khidmat, ditandai dengan misa pemberkatan batu pertama dan area pembangunan yang dipimpin Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF.
Acara ini dihadiri perwakilan Otorita IKN, Kementerian PUPR, Kanwil Kemenag Kalimantan Timur, serta umat Katolik dari Paroki Santa Maria dari Fatima, Penajam Paser Utara. Pembangunan gereja Katolik ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang menjunjung tinggi nilai spiritual dan toleransi.
BACA JUGA:
Kebersamaan dan Kepedulian Warnai Iduladha di IKN
Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan terhadap pembangunan gereja monumental ini.
Menurutnya, basilika ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol perhatian negara terhadap kehidupan beragama. Ia berharap gereja ini menjadi pusat ziarah dan inspirasi toleransi, baik nasional maupun internasional.
“Kami mewakili Konferensi Wali Gereja Indonesia dan seluruh umat Katolik di Nusantara menyampaikan penghargaan kepada pemerintah pusat dan DPR RI beserta jajarannya yang telah berkenan membangun rumah ibadah Katolik berupa gereja Basilika ini,” ujar Mgr. Yustinus.
Lebih jauh, Uskup Agung menyoroti nilai kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius di IKN diharapkan menjadi simbol persatuan dan toleransi, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi bagi masyarakat lintas iman. Sebab gereja tersebut dibangun berdampingan dengan tempat ibadaha agama lain, seperti Masjid, Vihara, Klenteng dan Pura.
Mgr. Yustinus juga mengutip kekaguman mendiang Paus Fransiskus terhadap semangat toleransi di Indonesia, yang menjadi inspirasi dunia.
“Dalam kunjungan almarhum Paus Fransiskus, beliau terenyuh dengan toleransi di Indonesia. Bagaimana mungkin negara yang terdiri dari berbagai suku, pulau, dan agama semuanya bisa hidup bersatu. Gereja ini nantinya akan menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk mereka yang datang dari luar negeri,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Iduladha di IKN: Sejuknya Udara, Hangatnya Kebersamaan
Sementara perwakilan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Didik Wahyudi, menjelaskan bahwa Basilika akan dibangun di atas lahan seluas 2,02 hektare dengan anggaran Rp651 miliar. Fasilitasnya mencakup Wisma Uskup, taman doa, gua Maria, menara lonceng, dan jalur jalan salib, dengan kapasitas jemaat hingga 1.600 orang. Bangunan ini juga dirancang ramah lingkungan dan mendukung konsep kota cerdas.
“Gereja ini dirancang sesuai prinsip bangunan hijau dan kota cerdas, menjadikannya tidak hanya tempat ibadah, tetapi pusat aktivitas rohani, sosial, dan budaya,” jelas Didit.
BACA JUGA:
Basuki: Infrastruktur dan Kebudayaan Jadi Pilar Pembangunan IKN
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN, Dr. Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menyebut peletakan batu pertama ini sebagai “peristiwa bersejarah”. Menurutnya, IKN sedang dibangun bukan hanya sebagai kota administratif, melainkan sebagai pusat peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, sosial, dan lingkungan.
Thomas Umbu, menyebut gereja ini sebagai simbol hadirnya negara untuk semua umat. “Membangun IKN bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal membangun narasi kebangsaan, toleransi, dan hidup berdampingan. Basilika ini adalah bukti negara hadir bagi semua umat beragama,” ujar Thomas.
Sementara Perwakilan dari Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Bidicoff Lamsinar Nainggolan menyebut gereja ini sebagai kebanggaan umat Katolik di Kalimantan Timur, bahkan Indonesia.
“Mari kita doakan agar gereja ini bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga destinasi ziarah dunia yang menunjukkan wajah toleran Indonesia,” katanya penuh harap.
BACA JUGA:
Warga IKN Sambut Gembira Bantuan Kurban dari Presiden
Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius ditargetkan rampung akhir Desember 2025. Pembangunannya menjadi bukti bahwa IKN bukan hanya kota modern, tapi juga mercusuar spiritual yang memancarkan pesan damai dan persatuan.
Dengan dimulainya pembangunan gereja Basilika ini, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa pembangunan fisik dan kekuatan spiritual bisa berjalan seiring. IKN bukan hanya pusat pemerintahan baru, tapi juga wajah Indonesia yang toleran, inklusif, dan berakar kuat pada nilai-nilai kebersamaan.