ISPU Kutai Barat Turun 128, Kualitas Udara Masih Kategori Tidak Sehat

  • 30 Sep 2026 17:43 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat berada pada kategori tidak sehat. Data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang ditampilan melalui situs resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup pada Rabu 30 September 2026 menunjukkan angka 128 hingga pukul 18.00 WITA.

Berdasarkan data tersebut, PM2,5 menjadi parameter pencemar dominan dengan nilai 128 dan masuk kategori tidak sehat. Sementara parameter lainnya tercatat PM10 sebesar 0, SO₂ sebesar 3, CO sebesar 11, O₃ sebesar 10, NO₂ sebesar 6 dan HC sebesar 2.

Kategori ISPU 101 hingga 200 masuk tingkat tidak sehat, yang menunjukkan kualitas udara dapat merugikan kesehatan manusia, terutama kelompok rentan.

Kondisi ini menjadi perhatian di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kutai Barat yang berdampak terhadap kualitas udara.

Masyarakat, khususnya anak-anak, lanjut usia, penderita asma dan warga dengan gangguan pernapasan, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat udara.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat mencatat 1.504 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga pekan ke-37 tahun 2026. Kasus tersebut meningkat dari 194 kasus pada Juni, menjadi 415 kasus pada Juli dan mencapai 478 kasus pada Agustus. Hingga September tercatat 417 kasus.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Barnabas, mengatakan keluhan yang banyak ditemukan di tengah kondisi kabut asap antara lain batuk, pilek, sesak napas dan mata perih.

“Kalau dilihat di data ini, justru agak menurun di bulan September sampai dengan minggu terakhir,” ujar Barnabas.

Meski terjadi penurunan pada September, masyarakat tetap diminta waspada terhadap paparan asap dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....