Catat 1.500 Kasus ISPA, Dinkes Kubar Sebut yang Tidak Dilaporkan Lebih Banyak
- 30 Sep 2026 17:24 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat menyebut jumlah 1.504 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tercatat selama Juni hingga September 2026 belum menggambarkan seluruh kasus di masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Barnabas, mengatakan data tersebut berasal dari warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas, posyandu maupun pelayanan puskesmas keliling.
Menurutnya, masih ada masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan tetapi tidak datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Jumlahnya diperkirakan lebih banyak.
“Ada juga yang beristirahat dan menunggu sembuh sendiri, data itu yang kami tidak tahu berapa jumlahnya,” kata Barnabas, Rabu, 30 September 2026.
Ia mengatakan sebagian masyarakat dapat memilih membeli obat sendiri, melakukan pengobatan mandiri atau menggunakan ramuan tradisional ketika mengalami keluhan seperti batuk, pilek maupun gangguan pernapasan.
Dinkes mencatat kasus ISPA pada Juni sebanyak 194 kasus, meningkat menjadi 415 kasus pada Juli dan 478 kasus pada Agustus. Hingga pekan ketiga September terdapat 417 kasus.
Barnabas mengatakan masyarakat perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu, terlebih saat kondisi kabut asap akibat karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kewaspadaan terutama diperlukan bagi bayi, balita, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta karena paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....