Fluktuatif, Peningkatan Kasus ISPA di Kubar Sudah Terjadi sejak Awal Tahun

  • 30 Sep 2026 17:12 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Perkembangan Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tidak seluruhnya menunjukkan pola peningkatan sejak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kubar, Barnabas mengatakan, kasus ISPA sebelumnya juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu dan sempat menunjukkan peningkatan pada awal tahun.

“Kalau melihat data sebelumnya, kasus ISPA sampai dengan awal Agustus masih fluktuatif,” ujar Barnabas, Selasa 29 September 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi perubahan jumlah kasus gangguan pernapasan pada periode sebelumnya.

Peningkatan pada awal tahun bahkan tercatat cukup tinggi, sebelum kondisi kabut asap akibat karhutla menjadi perhatian utama.

“Justru yang di bulan Januari awal, itu justru peningkatannya tinggi. Karena mungkin juga pengaruh cuaca pada saat itu, kan banjir, kemudian musim hujan, sampai dengan Januari. Itu justru lebih tinggi,” katanya.

Memasuki periode karhutla, kualitas udara kemudian menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan gangguan kesehatan masyarakat.

Barnabas menyebut kondisi udara yang tidak baik dapat berkaitan dengan perubahan kasus yang terjadi di masyarakat. Namun, perkembangan kasus tetap perlu dilihat berdasarkan data pelayanan kesehatan yang tersedia.

“Ya, bisa dia mengalami peningkatan sejauh ini,” ucapnya saat menjelaskan kemungkinan peningkatan kasus ketika kondisi kualitas udara memburuk.

Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan pernapasan di Kubar memiliki sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perkembangannya. Karena itu, pemantauan kesehatan tetap diperlukan bersamaan dengan perkembangan kondisi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....