Edukasi Kesehatan, Otorita IKN Gelar Donor Darah dan Skrining Diabetes Digital

  • 11 Apr 2026 00:47 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara menggelar kegiatan donor darah dan sosialisasi skrining diabetes berbasis aplikasi DoScreen di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat 10 April 2026.

Kegiatan ini melibatkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, HIPPI Kalimantan Timur, RSUD Abadi Samboja, RSUD Ratu Aji Putri Botung, Palang Merah Indonesia Kota Balikpapan, serta Persatuan Guru Republik Indonesia Cabang Sepaku. Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan pencegahan diabetes melalui teknologi digital.

Selain itu, donor darah juga dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus mendorong kepedulian sosial masyarakat.

Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini, mulai dari pegawai IKN, pekerja konstruksi hingga masyarakat sekitar. Tingginya partisipasi mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan berbagi dengan sesama.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini bukan hanya soal donor darah, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan UMY, Mahendro Kusumo, menyebut pendekatan berbasis teknologi menjadi langkah penting dalam pengendalian penyakit tidak menular.

“Melalui aplikasi DoScreen, masyarakat dapat melakukan skrining secara mandiri dan cepat. Ini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih preventif, sehingga risiko diabetes dapat dideteksi lebih awal,” katanya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono (kedua dari kiri) foto bersama dengan para mitra saat donor daran dan sosialisasi tes diabetes digital di IKN, Jumat 10 April 2026. Foto: OIKN/Kevin.

Mahendro menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program kesehatan di IKN.

“Sinergi antara pemerintah, akademisi, fasilitas kesehatan, dan organisasi masyarakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Otorita IKN juga terus mendorong pembangunan ekosistem kesehatan yang inklusif, preventif, dan berbasis teknologi sebagai bagian dari visi IKN sebagai kota masa depan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....