Sekolah Transformasi Kubar Gelar Bimtek Digitalisasi Manfaatkan AI dalam KBM
- 05 Okt 2026 19:00 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Yayasan Pendidikan Transformasi Kutai Barat menggelar bimbingan teknis (Bimtek) digitalisasi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan guru memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
Bimtek berlangsung di Sekolah Transformasi Kutai Barat, Kampung Belempung Ulaq, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan diikuti 38 guru dari berbagai sekolah di Kutai Barat dan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Kamius Junaidi.
Fungsional Widyaprada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Santian Datulayuk, mengatakan digitalisasi pendidikan diperlukan untuk mendukung pembelajaran yang lebih mendalam, terutama karena peserta didik saat ini semakin akrab dengan teknologi.
Menurut Santian, kemampuan literasi dan numerasi peserta didik masih menjadi tantangan. Karena itu, pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan hafalan, tetapi harus mendorong siswa memahami dan menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi sebenarnya pendidikan kita saat ini dalam kondisi tidak baik-baik saja. Artinya menurut data dari OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) bahwa kemampuan literasi numerasi murid-murid kita itu masih sangat rendah. Makanya pemerintah sekarang itu menginisiasi mengeluarkan kebijakan bahwa murid-murid kita itu perlu pembelajaran yang mendalam,” kata Santian yang menjadi narasumber utama dalam Bimtek tersebut.
Ia mengatakan teknologi dapat membantu guru menyajikan materi pembelajaran secara lebih menarik. Menurutnya, peserta didik akan lebih mudah tertarik dan memahami materi ketika pembelajaran dikemas melalui konten digital yang edukatif.
“Kalau kita bawa ke dalam konten yang lebih menarik, konten-konten digital tapi berisi dengan edukasi itu akan menarik mereka. Dan mereka itu lebih cepat paham kalau menggunakan digital,” ujarnya.
Dalam Bimtek tersebut, guru dilatih memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih interaktif. Guru juga diarahkan membuat permainan, kuis, dan berbagai konten edukatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran.
Selain PID, peserta juga mendapat materi pemanfaatan AI sebagai alat pendukung guru dalam membuat konten pembelajaran.
“AI itu sebagai bahan pendukung untuk mempermudah guru kita itu membuat konten-konten yang interaktif kepada murid-murid kita,” ucap Santian.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya bertujuan membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu siswa memahami materi secara lebih konkret.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Kamius Junaidi, mengatakan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Bimtek digitalisasi pendidikan yang menggunakan anggaran BOS Kinerja dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia mendorong seluruh sekolah di Kutai Barat meningkatkan kemampuan digitalisasi, termasuk memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran.
“Kita mendorong agar pendidikan itu sudah menggunakan AI di dalam proses pembelajaran sehingga nanti anak-anak tidak terpusat atau terpaku pada pola pembelajaran yang monoton,” kata Kamius.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi diharapkan membuat siswa lebih tertarik mengikuti pelajaran sekaligus membantu mereka memahami ilmu pengetahuan secara lebih mendalam.
“Harapan kita bahwa dengan pembelajaran digitalisasi itu nanti para guru dapat memanfaatkan untuk proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Mantan kepala Disperkimtan Kubar ini menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya mengatasi kendala akses internet di sejumlah sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan dukungan perangkat jaringan, termasuk memanfaatkan Starlink bagi sekolah yang tidak terjangkau jaringan Telkom.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sekolah Transformasi Kutai Barat, Widodo Rahayu, meminta guru yang mengikuti Bimtek tidak hanya menyimpan pengetahuan yang diperoleh. Ia mendorong peserta menerapkan hasil pelatihan dan membagikannya kepada guru lain.
“Jangan sudah dapat ilmu dipendam. Harus diimplementasikan, harus dibagikan, apalagi yang kepala-kepala sekolah. Wajib hukumnya untuk mengimplementasikan kepada guru-guru yang lain,” kata Widodo.
Widodo mengatakan perkembangan teknologi menuntut guru terus belajar dan beradaptasi. Menurutnya, sekolah juga perlu memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Ia mengatakan Sekolah Transformasi Kutai Barat telah mengembangkan berbagai program pendidikan berbasis teknologi. Sekolah yang didirikan sejak 2009 juga memiliki situs web dan aktif memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari pengembangan sekolah menuju digitalisasi.
Menurut Widodo, penerapan teknologi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas guru. Ia menilai kemampuan guru menjadi salah satu faktor penting agar potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal.
Hal itu, kata Widodo, terlihat dari capaian sejumlah peserta didik Sekolah Transformasi dalam berbagai kegiatan akademik. Beberapa siswa yang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berhasil memperoleh hasil yang baik dan lolos ke tingkat provinsi.
“Artinya anak-anak kita punya kemampuan hebat, jika dibarengi dengan guru-guru yang hebat. Tapi kalau anak-anak kita hebat, tidak dibarengi dengan guru-guru yang hebat, maka akan terpendam potensinya,” kata Widodo.
Ia berharap Bimtek tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan 38 peserta, tetapi dapat diteruskan kepada guru lainnya sehingga pemanfaatan teknologi dan AI semakin luas dalam pembelajaran di Kutai Barat.
Dengan demikian, digitalisasi pendidikan tidak hanya menghadirkan perangkat baru di sekolah, tetapi juga mendorong perubahan cara guru mengajar dan membantu siswa memahami materi secara lebih menarik, interaktif, dan mendalam.
Tinggalkan jejak hijau
Selain Bimtek Digitalisasi, sekolah yang didirikan pada 2009 itu juga mengajak para pejabat melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai wujud meninggalkan jejak hijau di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....