Teknologi Smart Grid di IKN Berhasil Hemat Listrik Hingg Rp50 Miliar

  • 31 Agt 2026 02:48 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Penerapan teknologi ramah lingkungan dan sistem pengelolaan energi pintar (smart grid) di Ibu Kota Nusantara (IKN) membuahkan hasil signifikan. Penggunaan energi bersih dan efisiensi tata kelola kelistrikan di kawasan IKN berhasil menghemat anggaran biaya listrik hingga Rp50 miliar.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya mulai menerapkan efisiensi penggunaan listrik sejak beberapa bulan terakhir. Salah satu langkah yang dilakukan dengan mengatur waktu operasional lampu di sejumlah kawasan.

Basuki mengatakan sejumlah lampu dimatikan mulai pukul 21.00. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya OIKN mengurangi penggunaan listrik tanpa mengganggu kebutuhan utama kawasan.

“Sekarang kita juga sudah mulai sejak beberapa bulan yang lalu dengan efisiensi. Jadi misalnya lampu kita jam 9 ada beberapa yang sudah dimatiin,” ujar Basuki, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Basuki, efisiensi menjadi perhatian OIKN karena jumlah aset dan fasilitas di IKN terus bertambah. Bertambahnya aset juga meningkatkan kebutuhan biaya pemeliharaan dan pengelolaan kawasan.

Basuki mengatakan biaya pengelolaan IKN saat ini mencapai sekitar Rp500 miliar lebih setiap tahun. Karena itu, OIKN terus mencari langkah efisiensi untuk menekan biaya operasional dan menjaga pengelolaan kawasan tetap efektif.

Langkah penghematan listrik tersebut menjadi bagian dari upaya OIKN mengelola IKN secara lebih efisien seiring bertambahnya fasilitas dan aset yang harus dipelihara.

Selain menekan beban pengeluaran operasional kota, langkah efisiensi energi ini menjadi bagian integral dari target IKN menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2045 sekaligus menjadi percontohan bagi pengelolaan kota modern yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Agung Indrajit menamabhkan, selain mengatur penggunaan listrik, OIKN juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendorong efisiensi energi dan air. Salah satunya melalui penerapan smart metering di seluruh unit Rusun ASN IKN.

Sistem berbasis sensor digital tersebut memungkinkan penghuni memantau penggunaan listrik dan air secara real-time. Data konsumsi kemudian menjadi dasar penetapan kategori penggunaan, mulai dari hemat, wajar, hingga boros.

Smart metering menjadi bagian dari upaya membangun kota cerdas sekaligus mendorong masyarakat menggunakan energi dan air secara bijak. “Dengan smart metering ini, diharapkan kita dapat lebih bijak dan efisien dalam menggunakan energi dan air,” ujar Agung.

Penerapan teknologi tersebut melengkapi langkah efisiensi yang dilakukan OIKN dalam mewujudkan pengelolaan IKN yang lebih efisien dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....