Pembelajaran KKA di Sekolah Fokus Bangun Pola Pikir Komputasional sejak Dini

  • 29 Mei 2026 11:11 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda - Penerapan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di tingkat sekolah dasar tidak langsung berfokus pada kemampuan pemrograman, penggunaan komputer, maupun pemanfaatan internet sebagaimana yang umum digunakan oleh masyarakat. Materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada pengembangan pola pikir komputasional sebagai fondasi memahami teknologi.

Koordinator Koding dan Kecerdasan Buatan SDN 008 Samarinda Ulu, Riko Trisusilo, mengatakan pembelajaran KKA untuk siswa sekolah dasar dirancang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, khususnya bagi siswa kelas 5 dan kelas 6.

Menurutnya selain dekomposisi, siswa juga dikenalkan pada kemampuan mengenali pola serta menentukan informasi penting yang diperlukan dalam proses penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari dasar berpikir komputasional yang dibutuhkan dalam perkembangan teknologi digital saat ini.

“Pembelajaran KKA di tingkat sekolah dasar bukan langsung mengajarkan koding atau penggunaan komputer dan internet secara teknis. Tahap awal yang kami kenalkan adalah pola pikir komputasional, seperti dekomposisi atau memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dipahami,” ujar Riko Trisusilo, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa siswa juga diperkenalkan pada konsep algoritma sederhana, yaitu langkah-langkah yang tersusun secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Materi tersebut menjadi dasar penting dalam memahami cara kerja kecerdasan buatan maupun teknologi digital lainnya.

“Pada siswa kelas 5 dan 6, pembelajaran meliputi pengenalan pola, memilih hal-hal detail yang paling penting, serta memahami langkah algoritma yang tersusun sebagai bagian dari konsep dasar kecerdasan buatan. Tujuannya agar siswa memiliki kemampuan berpikir logis dan terstruktur sejak dini,” katanya.

Pendekatan tersebut diterapkan agar siswa mampu memahami cara berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah sebelum mengenal konsep teknologi yang lebih kompleks. Salah satu materi dasar yang diperkenalkan adalah dekomposisi, yaitu kemampuan memecah suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah diselesaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....