KKA Terintegrasi Lintas Mata Pelajaran Dukung Pembelajaran Mendalam dan Adaptif

  • 29 Mei 2026 09:15 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda - Penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam konsep pembelajaran mendalam tidak hanya terbatas pada satu mata pelajaran tertentu. Materi KKA dapat diintegrasikan ke berbagai disiplin ilmu sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pendekatan tersebut memungkinkan siswa memahami teknologi tidak hanya sebagai keterampilan tersendiri, tetapi juga sebagai alat bantu untuk mempelajari berbagai bidang pengetahuan. Melalui integrasi lintas mata pelajaran, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif secara lebih menyeluruh.

Koordinator Koding dan Kecerdasan Buatan SDN 008 Samarinda Ulu, Riko Trisusilo mengatakan konsep KKA sangat fleksibel untuk diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran sesuai karakteristik materi yang diajarkan guru.

Menurutnya, penerapan KKA dapat dihubungkan dengan mata pelajaran matematika melalui pembelajaran logika dan pemecahan masalah. Sementara pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), KKA dapat digunakan untuk mendukung pengamatan, analisis data, dan pemahaman konsep ilmiah.

“KKA tidak hanya berdiri sebagai satu mata pelajaran. Materi ini bisa dihubungkan dengan matematika, IPA, bahkan olahraga, tergantung bagaimana guru memilih pendekatan yang tepat sesuai karakter materi yang akan diajarkan kepada siswa,” ujar Riko Trisusilo, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa integrasi KKA juga dapat diterapkan pada mata pelajaran olahraga melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan peserta didik. Karena itu, kreativitas guru menjadi faktor penting dalam menyusun metode pembelajaran yang efektif.

“Pengajar harus bijak memilih karakter pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, KKA dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman berbagai mata pelajaran sekaligus membangun keterampilan berpikir yang diperlukan di era digital,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....