Koding dan AI Dikenalkan Kepada Siswa agar Bijak Tekhnologi

  • 29 Mei 2026 09:13 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda - Materi dasar koding dan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai diperkenalkan kepada anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung modernisasi pendidikan berbasis teknologi. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami perkembangan digital sekaligus mempermudah proses belajar di era yang semakin bergantung pada aplikasi dan teknologi informasi.

Salah satu sekolah yang telah menerapkan program tersebut yakni SDN 008 Samarinda Ulu. Sekolah ini mulai menjalankan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sejak tahun ajaran 2025/2026 sebagai bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan dunia pendidikan nasional.

Koordinator Koding dan Kecerdasan Buatan SDN 008 Samarinda Ulu, Riko Trisusilo pada Dialog Halo Kaltim di Pro1 RRI Samarinda mengatakan penerapan materi AI di tingkat sekolah dasar tidak sesulit yang dibayangkan banyak pihak. Materi yang diberikan kepada siswa disesuaikan dengan jenjang usia dan kemampuan peserta didik.

Menurutnya, pembelajaran KKA pada fase C diterapkan kepada siswa kelas 5 dan kelas 6 dengan fokus pada pengenalan konsep dasar pola komputasional. Melalui metode tersebut, siswa diajak memahami cara berpikir sistematis dalam menyelesaikan berbagai persoalan sederhana.

“Pembelajaran AI yang kami terapkan tidak sesulit yang dibayangkan. Pada fase C, materi diberikan kepada siswa kelas 5 dan 6 dengan dasar pola komputasional yang disesuaikan dengan kemampuan anak-anak,” ujar Riko Trisusilo, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pembelajaran tersebut bukan untuk menjadikan siswa melek atau bahkan ahli teknologi dalam waktu singkat, melainkan membangun kemampuan berpikir logis, bernalar, dan kritis sejak dini. Keterampilan tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah dan lebih kepada bijak tekhnolgi.

Selain memahami konsep dasar teknologi, siswa juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai etika digital agar peserta didik mampu memanfaatkan berbagai aplikasi dan perangkat teknologi secara bijak.

“Melalui pembelajaran ini kami ingin membentuk siswa yang memiliki cara berpikir logis, nalar yang baik, dan kritis. Mereka juga dibimbing agar bijak dalam menggunakan teknologi sehingga dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar, bukan sekadar untuk hiburan,” katanya.

Penerapan koding dan kecerdasan buatan di SDN 008 Samarinda Ulu menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan zaman. Dengan pengenalan teknologi sejak usia sekolah dasar, diharapkan siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan digital sekaligus memiliki kemampuan berpikir yang lebih terstruktur dalam menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....