Siapkan SDM Kota Pintar, Otorita IKN Latih Guru Program Robotika di 20 Sekolah

  • 21 Apr 2026 18:15 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melatih guru melalui program Training of Trainers (ToT) robotika sebagai langkah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menuju kota pintar. Program ini menyasar penguatan kapasitas guru sekaligus mendorong lahirnya talenta digital sejak dini di lingkungan sekolah.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, mengatakan pengembangan robotika menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan masa depan.

“Robotika tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif,” ujarnya saat membuka pelatihan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Selasa 21 April 2026.

Ia menjelaskan, robotika juga menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal bidang STEAM (sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika) secara lebih menarik dan aplikatif, sekaligus membantu menentukan arah karier.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menambahkan pelatihan dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus keterampilan praktik guru.

“Guru kami dorong mampu memahami robotika hingga perakitan dan pemrograman, sehingga dapat membina siswa secara berkelanjutan,” katanya.

Program diawali dengan pelatihan daring pada 9–11 Maret 2026, kemudian dilanjutkan pelatihan luring pada 21–22 April 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti pendampingan intensif selama empat bulan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Politeknik Negeri Samarinda.

Sebanyak 20 sekolah di wilayah IKN mengikuti program ini, terdiri dari 13 SMP dan 7 SMA/MA. Seluruh sekolah berkomitmen membentuk ekstrakurikuler robotika dengan menunjuk guru pembina serta menggelar kegiatan secara rutin.

Sebagai dukungan, Otorita IKN membekali setiap sekolah dengan perangkat robotika berupa toolkit, trainer kit, serta dua unit robot jenis wall follower dan transporter untuk praktik pembelajaran.

Guru SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara, Ayu Desi Wilujeng, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru dalam bidang robotika.

“Awalnya kami belum mengetahui robotika. Melalui pelatihan ini, kami jadi lebih memahami, terutama dengan praktik langsung,” ujarnya.

Ia menyebut sekolahnya akan membentuk ekstrakurikuler robotika yang diikuti sekitar 20 siswa dan dilaksanakan rutin setiap pekan sebagai wadah pembinaan dan persiapan kompetisi.

Hal serupa disampaikan guru SMA Negeri 2 Samboja, Dwi Setyo Prabowo. Ia menilai pelatihan ini menjadi pengalaman pertama yang menantang sekaligus menarik.

“Kami ingin siswa memiliki pengetahuan robotika sejak dini dan siap menghadapi perkembangan teknologi,” katanya.

Melalui program ini, Otorita IKN menargetkan sekolah peserta menjadi percontohan yang dapat direplikasi secara luas.

Dengan demikian, ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif dan adaptif dapat tumbuh untuk mendukung terwujudnya kota pintar di IKN.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....