Memilah Sampah di IKN: Dulu Menjijikkan, Kini Menjanjikan

  • 06 Feb 2026 18:45 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mengubah paradigma pengelolaan sampah dari beban lingkungan menjadi peluang ekonomi. Melalui rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Otorita IKN memperkenalkan program inovatif yang memungkinkan warga menukar sampah plastik dengan tabungan emas.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bersama 3 Nusantara ini bertujuan memperkuat budaya pengelolaan sampah berkelanjutan demi mewujudkan visi IKN sebagai kota hijau yang minim limbah.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan kunci utama IKN bersih adalah konsistensi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

"Momentum ini kita jadikan ruang untuk menyatukan tekad agar pengelolaan sampah di IKN berjalan baik tanpa penumpukan. Kuncinya adalah membangun kebiasaan mengelola sampah secara konsisten," ujar Myrna dalam keterangannya, Jumat 6 Februari 2026.

BACA JUGA:

Cara Otorita IKN Edukasi Penghuni Rusun Hemat Listrik Air

Inovasi utama yang diperkenalkan adalah program 'Memilah Sampah Menabung Emas'. Melalui kerja sama dengan PT Pegadaian dan FORSEPSI, setiap kemasan plastik yang dipilah warga dapat disetorkan ke bank sampah dan dikonversi menjadi poin digital yang setara dengan saldo tabungan emas.

Guna mempermudah partisipasi warga, Otorita IKN juga menerima bantuan Plasticpay Reverse Vending Machine (RVM) dari Mayora Group. Mesin otomatis ini memungkinkan botol plastik bekas ditukar langsung menjadi uang elektronik secara real-time.

Sustainability Director Mayora Group, Tunky Natanael Kurniawan, mengatakan dukungannya terhadap prinsip ekonomi sirkular di IKN. "Sebagai produk asli anak bangsa, kami berkomitmen mendukung IKN sebagai kota berkelanjutan di mana sampah tidak hanya dikelola, tapi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

BACA JUGA:

Gunakan Teknologi Canggih, IKN Kelola Sampah Jadi Energi

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menambahkan sistem manajemen sampah berbasis teknologi ini merupakan bagian dari ekosistem kota pintar Nusantara.

Acara ini juga diisi dengan permainan edukatif dan pemberian apresiasi bagi warga IKN yang telah konsisten memilah sampah di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan pendekatan yang interaktif dan menguntungkan secara finansial, Otorita IKN optimis budaya "Nusantara Tanpa Sampah" dapat segera terwujud.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....