Indonesia-Australia Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan Dasar di IKN
- 14 Jun 2025 09:14 WIB
- Sendawar
KBRN, Nusantara: Indonesia dan Australia terus mempererat kemitraan strategis di bidang pendidikan dasar di jantung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui program INOVASI, kedua negara berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi generasi penerus bangsa, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.
Hasil nyata dari kolaborasi yang didukung penuh oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) ini mulai terlihat pada delapan sekolah percontohan di kawasan penyangga IKN. Sekolah-sekolah tersebut menjadi laboratorium pembelajaran dalam penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan karakter siswa.
Salah satu capaian menonjol adalah meningkatnya kapasitas guru dan kepala sekolah dalam menyampaikan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan. Tingkat literasi dan numerasi anak-anak pun meningkat hingga 70 persen hanya dalam dua tahun.
Pencapaian ini disampaikan dalam acara Gelar Karya Inovasi Pendidikan di IKN, Jumat (13/6/2025), yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, serta Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.
Dalam pameran tersebut, delapan sekolah percontohan menampilkan beragam hasil kolaborasi antara program INOVASI dan OIKN. Mulai dari peta jalan pengembangan pendidikan, metode pengajaran berbasis konteks lokal, alat peraga inovatif, hingga buku-buku hasil karya para guru yang lahir dari pelatihan dan pendampingan intensif.
Karya-karya tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan program, melainkan juga mencerminkan semangat para guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi cerminan dari semangat perubahan yang nyata,” ujar Wakil Duta Besar Australia Gita Kamath.
Gita menegaskan komitmen pemerintah Australia dalam mendukung transformasi pendidikan di IKN sebagai simbol masa depan Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global.
“Melalui program INOVASI, kami mendukung peningkatan kualitas pendidikan di 122 sekolah dasar di wilayah penyangga IKN, dimulai dari 8 sekolah percontohan. Hasilnya sangat menggembirakan. Guru, kepala sekolah, siswa, dan masyarakat terlibat aktif,” tambahnya.
BACA JUGA:
Mendikdasmen dan Dubes Australia Sambangi IKN, ini Agendanya
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam proses pembentukan karakter dan kemampuan berpikir anak sejak usia dini.
“Kami sangat berterima kasih atas kemitraan panjang antara Indonesia dan Australia melalui program INOVASI. Ini bukan hanya soal membaca dan berhitung, tapi soal membangun logika berpikir dan karakter sejak dini,” tegas Mu’ti.
Menurutnya, investasi terbesar dalam membangun peradaban baru terutama di IKN adalah dengan memperkuat akar pendidikan sejak usia prasekolah.
Ia menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2025–2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan mulai mengajarkan matematika sejak taman kanak-kanak, tentu dengan pendekatan belajar sambil bermain. Langkah ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan wajib belajar 13 tahun.
“Program ini harus terus berlangsung walaupun INOVASI tidak lagi mendampingi kami,” harap dia.
Mu’ti juga menekankan peran sentral guru dalam membangun kualitas pendidikan. Bagi dia, guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga penjaga peradaban.
“Guru itu bukan sekadar agent of learning, tapi agent of civilization. Mereka tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, membangun nilai, dan mempersiapkan masa depan bangsa. Untuk itu kami sudah mengirim rombongan para narasumber dan guru-guru serta pelatih sudah berangkat ke Sydney untuk mengikuti pembelajaran mendalam,” ungkapnya.

Ia menegaskan, metode penyampaian materi sama pentingnya dengan isi materi itu sendiri. Pendekatan pengajaran yang menyentuh dan relevan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, membangun logika berpikir, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan yang membekas seumur hidup.
Karena itu, Mu’ti menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan pelatihan guru. Program yang sudah berjalan tak boleh berhenti hanya karena dukungan pendanaan dari luar negeri telah usai.
“Inovasi yang telah dimulai harus diteruskan, direplikasi, dan ditularkan ke lebih banyak sekolah serta guru-guru lain di seluruh penjuru IKN,” tandasnya.
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur pendidikan, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di IKN merupakan bagian dari misi besar untuk menjadikan kota ini sebagai pusat peradaban baru Indonesia.
“Harapannya, anak-anak di IKN bahkan di seluruh Indonesia akan tumbuh menjadi generasi unggul, siap menghadapi masa depan, dan menjadi bagian dari peradaban baru Nusantara,” pungkasnya.