Pemkab Kubar dan WWF Tanam Aren untuk Jaga Habitat Pesut Mahakam

  • 31 Jul 2026 08:20 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia menanam bibit pohon aren di Kampung Minta dan Kampung Loa Deras, Kecamatan Penyinggahan, Kamis, 30 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga habitat Pesut Mahakam sekaligus melestarikan Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) di wilayah tersebut.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin memimpin langsung kegiatan penanaman yang dihadiri Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan SDA Ali Sadikin, Plt. Asisten Administrasi Umum Mobilala, Ketua WWF Indonesia Firdaus, Camat Penyinggahan Edy Murhamdi, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Bupati Edwin mengatakan Kampung Minta dan Kampung Loa Deras dipilih karena merupakan kawasan penting bagi kelangsungan hidup Pesut Mahakam dan memiliki fungsi strategis sebagai kawasan hidrologis gambut. Menurutnya, pelestarian lingkungan di wilayah tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan pengembangan tanaman aren menjadi salah satu solusi karena mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan. Sebagian besar masyarakat Penyinggahan berprofesi sebagai nelayan sehingga diperlukan alternatif mata pencaharian yang tetap menjaga keseimbangan ekosistem sungai.

"Aren bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat," katanya.

Frederick menambahkan, penanaman aren juga mendukung perlindungan Hutan Kahoi, memperkuat fungsi resapan air, serta menjaga keanekaragaman hayati di sekitar habitat Pesut Mahakam. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, WWF Indonesia, pemerintah kampung, kelompok tani hingga masyarakat, untuk bersama-sama merawat tanaman yang telah ditanam.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada WWF Indonesia atas komitmennya mendampingi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam berbagai program pelestarian lingkungan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Sementara itu, Camat Penyinggahan Edy Murhamdi mengapresiasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan WWF Indonesia yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Minta dan Kampung Loa Deras.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan pengembangan berbagai jenis tanaman produktif lainnya yang sesuai dengan karakteristik wilayah Penyinggahan.

Tanaman aren dikenal sebagai tanaman multifungsi. Hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari nira yang diolah menjadi gula aren dan minuman, buah menjadi kolang-kaling, hingga ijuk dan lidi untuk berbagai kebutuhan industri rumah tangga.

Sistem perakarannya yang kuat juga mampu menahan erosi, meningkatkan resapan air, menjaga kelembapan tanah, serta mendukung pemulihan kawasan gambut dan daerah aliran sungai.

Selain itu, pohon aren dapat tumbuh tanpa membuka lahan secara besar-besaran sehingga dinilai sesuai dikembangkan di kawasan konservasi. Tajuknya yang rimbun juga membantu menjaga tutupan vegetasi dan menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa liar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....