Bupati Kubar Soroti Tantangan Pengelolaan ASN dalam Penyusunan Anjab dan ABK

  • 20 Apr 2026 19:29 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, menyoroti masih adanya berbagai tantangan dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya terkait penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK).

Hal itu diungkapkan Bupati Frederick Edwin saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anjab dan ABK, di Gedung Auditorium Aji Tullur Jejangkat (ATJ) Komplek Perkantoran Pemerintahan, Senin 20 April 2026.

Menurutnya, perbedaan pemahaman teknis di masing-masing perangkat daerah menjadi salah satu kendala utama dalam menghasilkan dokumen yang akurat dan dapat digunakan sebagai dasar kebijakan.

“Dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, di antaranya variasi pemahaman teknis, ketidaklengkapan data kepegawaian, serta perlunya penyempurnaan dalam prosedur verifikasi dan pengendalian internal,” ujar Frederick Edwin.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan beban kerja, bahkan ketidaktepatan dalam penempatan pegawai di lingkungan pemerintah daerah.

Karena itu, pelaksanaan Bimbingan Teknis Anjab dan ABK, dinilai menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas aparatur di bidang kepegawaian.

“Pelaksanaan bimbingan teknis ini menjadi sangat penting sebagai upaya untuk menyelaraskan pemahaman metodologi, menstandarkan format dokumen Analisis Jabatan dan ABK, serta meningkatkan kapasitas aparatur,” kata Edwin.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar dalam penyusunan kebutuhan ASN yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga meminta agar hasil dari Bimtek tidak berhenti pada tataran teori, tetapi langsung diterapkan di masing-masing unit kerja.

“Hasil dari kegiatan ini hendaknya dapat segera diimplementasikan di unit kerja masing-masing,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....