DPRD Kubar: Akses Jalan Masih Minim Infrastruktur

  • 14 Nov 2025 14:19 WIB
  •  Sendawar

KBRN,Sendawar: Anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Henrik, menyoroti masih banyaknya wilayah pinggiran yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Menurutnya, meski Kutai Barat terus berkembang, sejumlah kecamatan dan kampung di kawasan pesisir maupun daerah pelosok masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

Henrik menjelaskan, kebutuhan paling mendesak di wilayah pinggiran adalah perbaikan dan pembangunan akses jalan. Kondisi ini, katanya, sudah lama menjadi hambatan bagi mobilitas masyarakat dan menghambat laju pembangunan ekonomi lokal.

“Masih banyak daerah yang sangat membutuhkan dukungan pemerintah, terutama untuk akses jalan,” kata Henrik, Jumat (14/11/2025).

Beberapa wilayah yang menurutnya perlu mendapatkan prioritas antara lain Bentian Besar, Siluq Ngurai, dan Bongan. Di tiga kawasan tersebut, masih ada kampung-kampung yang sulit dijangkau karena kondisi jalan yang belum memadai. Hal ini berdampak pada akses pelayanan publik, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi warga.

Henrik menegaskan, pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia berharap wilayah pinggiran tidak tertinggal dari kecamatan-kecamatan lain yang infrastrukturnya sudah berkembang.

“Pemerataan itu penting. Semua masyarakat di Kutai Barat harus merasakan dampak pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan infrastruktur jalan akan membuka peluang bagi peningkatan sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, distribusi logistik, serta potensi wisata lokal. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat di daerah terpencil dapat lebih mudah mendapatkan layanan publik.

Lebih lanjut, Henrik meminta pemerintah agar menyusun program yang lebih spesifik untuk wilayah pinggiran. Menurutnya, perencanaan yang tepat akan mempercepat pembangunan di daerah-daerah tersebut dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata.

Ia berharap tahun-tahun mendatang menjadi momentum percepatan pembangunan di kawasan pesisir dan pinggiran Kutai Barat.

“Yang terpenting, perhatian pemerintah harus lebih kuat. Masyarakat di daerah pelosok juga bagian dari Kutai Barat dan berhak mendapatkan pembangunan yang layak,” katanya.

Rekomendasi Berita