Buka Manasik Haji, Wabup Kubar Minta Calon Jemaah Jaga Kesehatan dan Pola Makan
- 09 Apr 2026 17:55 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, secara resmi membuka kegiatan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Kutai Barat Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebagai bagian dari persiapan calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Nanang mengatakan, manasik haji menjadi tahap awal penting dalam perjalanan spiritual jemaah, sekaligus sarana pembekalan agar mampu melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat.
Ia menyebut kegiatan manasik tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan simulasi pelaksanaan ibadah haji yang harus diikuti secara serius oleh seluruh calon jemaah.
“Manasik haji ini sangat penting agar jemaah tidak mengalami kebingungan saat berada di Tanah Suci dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan benar,” ujarnya dalam sambutan pembuka di kantor Kementerian Haji dan Umrah Kubar, Kamis 9 April 2026.
Nanang mengingatkan calon jemaah untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, mental, maupun kondisi fisik.
Menurutnya, ibadah haji memerlukan ketahanan tubuh yang kuat serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan cuaca di Arab Saudi.
“Mulailah menjaga pola makan sehat, istirahat cukup, dan rutin berolahraga ringan sebagai bagian dari persiapan,” katanya.
Nanang juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan nama baik daerah selama menjalankan ibadah haji.
“Bapak dan Ibu adalah duta daerah. Jaga persaudaraan, saling membantu, dan patuhi seluruh arahan petugas haji,” ucap Wabup.
Selain itu, Nanang menitipkan pesan kepada para calon jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Kutai Barat di tempat-tempat mustajab seperti Arafah dan Multazam, agar daerah senantiasa diberkahi, aman, dan semakin sejahtera.
Ia berharap seluruh peserta manasik dapat mengikuti setiap tahapan dengan disiplin dan kesungguhan, sehingga mampu menjadi jemaah yang mandiri dan meraih predikat haji mabrur.
Sementara itu, pada musim haji 2026, jumlah jemaah asal Kutai Barat tercatat hanya empat orang setelah tiga calon jemaah batal berangkat. Sisa kuota yang tidak terisi pun dikembalikan ke provinsi untuk dialokasikan ke daerah lain, seiring penerapan sistem kuota berbasis antrean di tingkat provinsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....