Jemaah Haji Kubar Masuk Kloter Terakhir, Rencana Berangkat 20 Mei
- 09 Apr 2026 17:22 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Jemaah haji asal Kutai Barat dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026 sebagai bagian dari kelompok terbang (kloter) 17, yang merupakan kloter terakhir pada gelombang kedua pemberangkatan haji tahun ini.
Kepala Subbag Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kutai Barat, Muhammad Rafik, mengatakan jadwal tersebut masih bersifat tentatif dan menunggu konfirmasi akhir dari pihak terkait.
Ia menjelaskan, berdasarkan jadwal sementara, jemaah akan masuk asrama haji pada 20 Mei sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Untuk sementara, jadwal masuk asrama haji ditetapkan tanggal 20 Mei. Ini kloter terakhir untuk gelombang kedua,” ujarnya usai kegiatan manasik haji terintegrasi di kantor Kementerian Haji dan Umrah Kubar, Kamis 9 April 2026.
Rafik memastikan seluruh proses administrasi keberangkatan berjalan lancar, termasuk pengurusan visa jemaah yang kini telah mencapai sekitar 99 persen.
Ia menambahkan, saat ini proses tinggal menunggu pencetakan kartu nusuk yang akan digunakan sebagai identitas resmi jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Secara umum tidak ada kendala, dari pihak Arab Saudi juga tidak ada penolakan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, dalam sambutannya pada pembukaan Manasik Haji Kabupaten Kutai Barat Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, menegaskan bahwa manasik menjadi tahap awal penting dalam perjalanan ibadah haji.
Nanang menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari proses pembekalan agar jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah secara menyeluruh.
“Manasik haji merupakan simulasi pelaksanaan ibadah. Dengan mengikuti secara sungguh-sungguh, jemaah tidak akan mengalami kebingungan saat berada di Tanah Suci dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat,” katanya.
Nanang juga mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental, mengingat ibadah haji memerlukan ketahanan tubuh yang baik serta disiplin tinggi.
Ia meminta jemaah menjaga niat yang tulus, mengedepankan kebersamaan, serta membawa nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Bapak dan Ibu adalah duta daerah. Jaga kebersamaan, patuhi arahan petugas, dan tunjukkan sikap disiplin selama menjalankan ibadah,” ujarnya.
Nanang berharap seluruh rangkaian manasik dapat diikuti dengan serius sebagai bekal utama, sehingga jemaah haji asal Kutai Barat dapat menjalankan ibadah dengan tertib, mandiri, dan memperoleh predikat haji mabrur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....